MENU UTAMA

VAKSINASI

FORM LOGIN



PENGUNJUNG

Ada 70 tamu online

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin580
mod_vvisit_counterMinggu ini48
mod_vvisit_counterBulan ini12192
mod_vvisit_counterSemua922879

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Bagaimana Caranya Mengendalikan Kolesterol?

Kolesterol diketahui sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan, seperti hipertensi, gangguan jantung, hingga stroke. Sebenarnya kolesterol merupakan unsur yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika kadarnya berlebihan di dalam tubuh akan menyebabkan berbagai penyakit.

Dunia Kesehatan
Diagnosis dan Pengelolaan Edema Paru Kardiogenik Akut PDF Cetak Email
Ditulis oleh -   
Senin, 05 Januari 2009 12:08

Diagnosis dan Pengelolaan Edema Paru Kardiogenik Akut

Edema paru terjadi oleh karena adanya aliran cairan dari darah ke ruang intersisial paru yang selanjutnya ke alveoli paru, melebihi aliran cairan kembali ke darah atau melalui saluran limfatik.
Edema paru dibedakan oleh karena sebab Kardiogenik dan NonKardiogenik. Hal ini penting diketahui oleh karena pengobatannya sangat berbeda. Edema Paru Kardiogenik disebabkan oleh adanya Payah Jantung Kiri apapun sebabnya. Edema Paru Kardiogenik yang akut disebabkan oleh adanya Payah Jantung Kiri Akut. Tetapi dengan adanya faktor presipitasi, dapat terjadi pula pada penderita Payah Jantung Kiri Khronik.
 
Edema Paru dapat terjadi oleh karena banyak mekanisme yaitu :
I. Ketidak-seimbangan Starling Forces :
A. Peningkatan tekanan kapiler paru :
1. Peningkatan tekanan vena paru tanpa adanya gangguan fungsi ventrikel kiri (stenosis mitral).
2. Peningkatan tekanan vena paru sekunder oleh karena gangguan fungsi ventrikel kiri.
3. Peningkatan tekanan kapiler paru sekunder oleh karena peningkatan tekanan arteria pulmonalis (over perfusion pulmonary edema).
B. Penurunan tekanan onkotik plasma.
1. Hipoalbuminemia sekunder oleh karena penyakit ginjal, hati, protein-losing enteropaday, penyakit dermatologi atau penyakit nutrisi.
C. Peningkatan tekanan negatif intersisial :
1. Pengambilan terlalu cepat pneumotorak atau efusi pleura
(unilateral).
2. Tekanan pleura yang sangat negatif oleh karena obstruksi saluran napas akut bersamaan dengan peningkatan end-expira-tory volume (asma).
D. Peningkatan tekanan onkotik intersisial.
1. Sampai sekarang belum ada contoh secara percobaan mau-pun klinik.
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 30 Januari 2009 16:42 )
Baca selengkapnya...
 
Antibakteri PDF Cetak Email
Ditulis oleh admin   
Minggu, 04 Januari 2009 07:22
Antibakteri adalah zat yang membunuh bakteri atau menekan pertumbuhan atau reproduksi mereka. Oleh karena itu, kelompok obat ini hanya berguna untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Sampai saat ini, antibakteri masih merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan.Menurut Center for Disease Control and Prevention, sekitar 150 juta resep antibakteri ditulis diAmerika Serikat setiap tahun. Di Indonesia, kurang lebih sepertiga pasien rawat inap mendapat terapi antibakteri dan menurut perkiraan, biaya pengobatan ini dapat mencapai 50% dari anggaran untuk obat di rumah sakit.
 
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Gonzales menunjukkan bahwa dari seluruh antibakteri oral yang diresepkan di Amerika serikat, hanya 30% yang digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri, sedangkan lebih dari separuhnya digunakan untuk pengobatan infeksi yang tidak disebabkan oleh bakteri.
Penggunaan obat yang berlebihan dan tidak tepat guna ini dapat
(i) meningkatkan risikoterjadinya superinfeksi dan efek samping antibakteri,
(ii) meningkatkan biaya pengobatan,(iii) memperpanjang lama penggunaan antibakteris ebagai akibat dari pengobatan yang kurang optimal,
(iv) meningkatkan lama perawatan penderita di rumah sakit sebagai akibat dari reaksi obat yang tidak dikehendaki atau komplikasi dan
(v) menimbulkan resistensi antibakteri, seperti methicillinresistant staphylococcus aureus(MRSA) dan vancomycin-resistant enterococci(VRE), yang akhir-akhir ini menjadi masalah kesehatan yang sangat serius.
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 30 Januari 2009 16:41 )
Baca selengkapnya...
 
Buah dan sayur penganti suplemen PDF Cetak Email
Ditulis oleh admin   
Minggu, 04 Januari 2009 05:38
Buah dan sayur penganti suplemenLaughing
Suplemen sekarang ini sudah banyak macam-macamnya mulai dari obat kimia ataupun yang alami. Orang biasanya membeli suplemen dengan harga yang sangat mahal. Namum kita lupa bahwa disekitar kita banyak suplemen yang murah dan khasiantnya hampir sama dengan suplemen yang maha itu apakah itu ?yaitu buah-buahan dan sayuran. Kita dapat menggunakan buah dan sayur sebagai suplemen.
Perlu diketahui dalam jangka panjang makanan yang kita konsumsi banyak memberikan keuntungan dibandingkan dengan suplemen.
Berikut beberapa jenis makanan yang memiliki nutrisi bagi kesehatan untuk jangka panjang dan dapat mengantikan suplenmen kimia kita :
1. APEL
Buah kayak serat ini dapat menurunkan kolesterol dan membantu mencegah kanker. Jadikanlah apel sebagai snack sehari-hari. Selain berkalori rendah buah ini terbukti dapat melindungi kita dari serangan jantung dan kenker paru-paru.
 
 
2. BROKOLI
Brokoli merupakan sayuran yang dapat kita konsumsi sebagai sayuran dalam hidangan makanan kita. Dalam brokoli ini mengandung zat anti kanker termasuk vitamin C, betakarotin dan fiber yang tinggi. Brokoli juga kaya akan Phytochemicals yang memberikan perlindungan terhadap kanker tertentu dan penyakit jantung.
selain itu brokoli membantu menyembuhkan Diabetes karena kandungan serat yang tinggi . Hasil penelitian dari University of California's menunjukan brokoli bayak mengandung kalsium sperti susu, yang sangat penting dalam pembentukan dan memelihara tulang kita.
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 30 Januari 2009 16:44 )
Baca selengkapnya...
 
Gorengan Enak tapi Mematikan PDF Cetak Email
Ditulis oleh admin   
Minggu, 28 Desember 2008 03:29
''Belum lengkap kalau belum makan gorengan,'' ungkap Rosa (33 tahun), mahasiswi pascasarjana Universitas Indonesia, Depok, sambil membeli lima gorengan yang dijual di kantin kampusnya.

Bagi Rosa, mengonsumsi makanan praktis tersebut seperti candu yang dilakoninya nyaris setiap hari. Padahal, Rosa paham sekali jika makanan tak sehat itu sangat berisiko bagi kesehatan dirinya. ''Bagaimana ya, sulit melepaskan diri dari gorengan,'' ungkapnya.

Mengonsumsi gorengan yang lazim dijual di pinggir jalan dan di banyak tempat di Tanah Air memang sangat berisiko. Makanan gorengan umumnya dimasak dengan minyak goreng hasil pengulangan dalam suhu tinggi dan jangka waktu lama (deep frying). Makanan jenis inilah yang sesungguhnya memberikan kontribusi tertinggi terhadap asupan asam lemak trans. Asam lemak jenis ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah, salah satunya adalah penyakit jantung koroner.
Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 06 Maret 2012 01:16 )
Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Prev 11 12 13 14 15 16 17 Next > End >>

Halaman 12 dari 17