MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini311
mod_vvisit_counterKemarin1147
mod_vvisit_counterMinggu ini1458
mod_vvisit_counterBulan ini14404
mod_vvisit_counterSemua966991

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Makanan Alami Penurun Kolesterol
UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT dari buah dan sayur secara optimal, perlu diperhatikan cara pengolahan, lama pemasakan, dan panas yang digunakan, agar zat penting yang terkandung di dalamnya tidak hilang. Begitu pula dalam mengupas buah, sebaiknya tidak terlalu banyak bagian kulit yang dibuang karena di sekitar permukaan kulit banyak terkandung vitamin dan mineral penting. Beberapa buah bahkan dianjurkan untuk dimakan bersama kulitnya, seperti apel, jambu biji, dan pir. Buah dan sayur secara alami tidak banyak mengandung lemak dan bebas kolesterol. Hanya durian dan alpukat yang memiliki kadar lemak.

ALPUKAT
Walau mengandung lemak cukup tinggi, alpukat dapat menurunkan kolesterol darah. Pada responden yang mengonsumsi 1-1,5 buah alpukat per hari, kadar kolesterolnya turun dari 236 menjadi 217. Sebaiknya alpukat dikonsumsi tanpa menambahkan bahan penyerta yang justru akan meningkatkan kadar lemaknya.

ANGGUR
Anggur yang mengandung zak pektin cukup tinggi juga berpotensi menurunkan kadar kolestero/ dalam darah. Zat ini bermanfaat dalam mengatasi penyumbatan aorta. Mengonsumsi buah anggur setiap hari, cukup memperoleh manfaat yang diharapkan.

KEDELAI
Semua makanan yang berbahan dasar kedelai, baik untuk kesehatan. Berbagai produk kedelai membuktikan bahwa makanan tersebut dapat mengurangi kadar kolesterol. Kenyataan membuktikan, setelah 1 %-3 bulan mengganti protein hewani dengan protein kacang kedelai, kadar kolesterol darah rata-rata menurun hingga 9,3 persen. Para ahli yakin, mengonsumsi protein kedelai antar 31-47 gram setiap hari, mampu menekari konsentrasi kolesterol serum dan kolesterol LDL secara nyata. Namun, kemampuan protein kedelai untuk menurunkan tergantung kadar kolesterol awal seseorang. Mereka yang kadar kolesterolnya rendah (di bawah 250 mg/dL) , mengonsumsi protein kedelai hampir tidak ada pengaruhnya.

Dibanding kedelai mentah, hasil olahan seperti tempe memiliki nilai lebih. Selama proses fermentasi dari kedelai menjadi tempe, terjadi produksi enzim fitase oleh kapang tempe (Rhizopus sp). Enzim ini memecah fitat yang bersifat merugikan (mengikat beberapa mineral sehingga tidak dapat dimanfaatkan tubuh secara optima). Tempe mengandung antioksidan yang dapat menghambat oksidasi kolesterol LDL darah dan intitrasi lemak atau LDL teroksida ke dalam jaringan pembuluh darah. Ini dapat mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah yang memicu timbulnya penyakit jantung koroner.
Vaksin Di Indonesia Halal PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Berita - Latest

Yogyakarta (ANTARA News) - Vaksin yang digunakan untuk imunisasi bayi dan anak balita di Indonesia sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia, kata epidemiologis medis Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Julitasari Sundoro.

"Vaksin yang diproduksi PT Bio Farma (Persero) Bandung itu sudah mendapatkan fatwa halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga aman digunakan untuk imnunisasi bayi dan anak balita," katanya usai seminar "Imunisasi Lumpuhkan Generasi? (Pro Kontra Imunisasi di Indonesia)", di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, vaksin yang diproduksi Bio Farma itu adalah BCG, difteri, pertusis, tetanus (DPT), polio oral, hepatitis B, dan campak. Vaksin tersebut telah mendapatkan prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).


Prakualifikasi, dikemukakannya, merupakan penilaian independen untuk kualitas, keamanan, dan keampuhan vaksin guna memastikan vaksin bisa dipakai untuk target penduduk dan untuk memenuhi kebutuhan program imunisasi. Prakualifikasi juga diperlukan untuk memastikan kepuasan berkesinambungan dengan spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditetapkan.

WHO menetapkan vaksin yang akan diproses untuk mendapatkan prakualifikasi harus memenuhi persyaratan badan regulasi nasional. National Regulatory Authority (NRA) itu ada di masing-masing negara pembuat vaksin. Untuk Indonesia, misalnya, perlu memenuhi persyaratan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Dengan adanya prakualifikasi WHO itu berarti vaksin yang diproduksi Bio Farma aman digunakan dan layak ekspor. Vaksin itu telah diekspor ke 120 negara, termasuk negara-negara Muslim," kata Julitasari.

Ia mengatakan hal itu menunjukkan bahwa vaksin tersebut halal dan aman digunakan untuk imunisasi bayi dan anak balita. Jika tidak halal dan aman, negara-negara tersebut tentu tidak akan mengimpor vaksin yang diproduksi perusahaan nasional itu.

Ditanya pers tentang masih adanya pro dan kontra soal imunisasi di tengah masyarakat Indonesia, ia mengatakan, hal itu boleh saja, tetapi masyarakat yang kurang paham tentang vaksin dan imunisasi dapat menghubungi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional.

"Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional akan memberikan komitmen dan pernyataan sesuai dengan bidangnya. Dengan demikian, informasi tentang vaksin dan imunisasi yang diperoleh akan komprehensif, karena yang memberikan jawaban memang kompeten di bidangnya," katanya.

Ia mengatakan, hal itu penting karena selama ini ada sejumlah pihak yang tidak kompeten di bidang vaksin dan imunisasi memberikan pernyataan yang kurang tepat. Hal itu tentu akan membingungkan masyarakat yang awam terhadap vaksin dan imunisasi.

"Orang yang tidak paham vaksin dan imunisasi seharusnya tidak memberikan pernyataan mengenai hal itu, agar tidak membingungkan masyarakat. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar terkait dengan vaksin dan imunisasi," kata Sekretaris II Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional itu.

Mengenai vaksin meningitis, ia mengatakan, vaksin yang digunakan di Indonesia sudah mendapatkan fatwa halal dari MUI. Jadi, masyarakat khususnya calon jamaah haji tidak perlu ragu untuk mendapakan vaksinasi meningitis.

"Vaksin meningitis yang dipakai di Indonesia itu halal, karena sudah diaudit oleh MUI. Tim dari MUI telah melakukan pengecekan secara langsung terhadap proses produksi vaksin tersebut," kata Julitasari.

Sumber : antaranews.com 2012-03-05