MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini47
mod_vvisit_counterKemarin580
mod_vvisit_counterMinggu ini47
mod_vvisit_counterBulan ini12191
mod_vvisit_counterSemua922878

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Garam dan Lemak Pertinggi Risiko Stroke

Garam dan Lemak Pertinggi Risiko Stroke

Penelitian multietnis dari Northern Manhattan Study (NOMAS), menunjukkan bahwa konsumsi tinggi lemak dan garam dalam makanan akan mempertinggi risiko untuk menderita Stroke.

Penelitian yang dilakukan terhadap 3.183 penduduk dengan usia rata-rata 70 tahun, dengan berbagai etnis. Dalam lima tahun, terjadi 142 orang yang menderita stroke.Partisipan itu dibagi dalam 4 kelompok berdasarkan kadar lemak dalam makanan sehari-hari. Jumlah lemak ini dibandingkan dengan kadar lemak yang direkomendasikan oleh American Heart Association, yaitu 65 gram lemak per hari, berdasarkan diet 2.000 kalori. Ini berarti 30% kalori berasal dari lemak.
Main di Lumpur Bikin Anak Pintar PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Berita - Latest
Andreas Hermawan December 3 at 9:17am Reply Report
Kebanyakan orangtua biasanya akan khawatir bila melihat buah hatinya bermain di lumpur. Tetapi tampaknya kekhawatiran tersebut bisa berkurang karena studi terbaru menemukan bahwa bermain di lumpur bisa membuat anak lebih pintar.

Ada kabar baik bagi orangtua yang sering cemas tentang kebersihan anaknya, terutama karena anak-anak sangat suka bermain kotor di lumpur. Peneliti dari Kidsafe NSW Playground Advisory Unit menemukan bahwa bermain di lumpur bisa membuat anak lebih pintar.

Penelitian tersebut menunjukkan sisi positif dari bakteri tanah yang dapat dihirup anak ketika bermain lumpur. Peneliti mengatakan bahwa kotoran bakteri Mycobacterium vaccae yang banyak di lupur dapat menavigasi labirin kompleks di otak dua kali lebih cepat.
“Selama bertahun-tahun, orangtua selalu berusaha menjaga anaknya agar bersih, salah satunya melarang main lumpur. Dan kini kami bisa memberikan alasan positif agar anak bisa bermain di lumpur,” kata Kate Fraser, manager program Kidsafe NSW Playground Advisory, dilansir Medindia, Selasa (29/11/2010).

Menurut Fraser, tak hanya perlu membuat taman bermain yang aman, tetapi juga harus menawarkan sejumlah risiko yang bisa dikontrol.

“Ini merupakan tindakan penyeimbang yang nyata,” kata Fraser lebih lanjut.

Fraser mengatakan bahwa bakteri tanah yang banyak terdapat pada lumpur juga dapat meningkatkan kadar serotonin, sehingga dapat mengurangi kecemasan yang akhirnya dapat merangsang pertumbuhan neuron tertentu di otak.

Namun Fraser mengingatkan orangtua juga harus berhati-hati memilih lumpur, karena beberapa lumpur dapat tercemar dengan bakteri yang berbahaya.

“Selama arahan keselamatan diikuti, maka bermain di lumpur bisa menjadi pengalaman yang hebat untuk anak,” kata Fraser.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam edisi terbaru Kidsafe NSW’s Playgrounds Newsletter.

Sumber: DetikHealth

Link: http://healindonesia.wordpress.com/2010/12/03/main-di-lumpur-bikin-anak-pintar/