MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1076
mod_vvisit_counterKemarin1205
mod_vvisit_counterMinggu ini3623
mod_vvisit_counterBulan ini19982
mod_vvisit_counterSemua1174230

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Herbal-herbal Penurun Kolesterol
Penyakit jantung koroner dua kali lebih besar mengancam orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg persen dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah 240 mg persen.

Kolesterol adalah komponen asam lemak yang terdapat dalam darah. Zat ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses-proses tertentu bagi kelangsungan hidup. Di antaranya untuk membentuk hormon, membentuk sel, dan merawat sel-sel saraf.

Tetapi, dalam jumlah berlebih kolesterol menjadi ancaman serius bagi tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian. Penyakit yang disebabkan kolesterol adalah aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, dan hiperkolesterolemia.

Kadar kolesterol dalam darah bisa diatasi dengan pengobatan secara tradisional dengan memakai aneka tumbuhan yang banyak hidup di Indonesia. Praktik ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Yang biasa dimanfaatkan untuk pengobatan kolesterol tinggi adalah daun jati belanda (Guazuma ulmifolia), kemuning (Murraya paniculata), dan tempuyung (Sonchus arvensis).
Infeksi Saluran Kemih PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Penyakit Infeksi - Penyakit Infeksi Bakteri

Infeksi Saluran Kemih

Beberapa masalah klinis yang terkait dalam infeksi saluran kemih (ISK) adalah peradangan uretra (ure-thritis), kandung kemih(cystitis), pada ginjal dan pelvis renis (pyelonephritis), prostat (prostati-tis), bakteriuria asimtomatik dan infeksi saluran kemih berulang (recurrent urinary tract infection).

Infeksi pada saluran kemih dapat disebabkan oleh : bakteri, jamur atau parasit. Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri, terutama Eschericia coli (sekitar 80% kasus) dan Staphylococcus saprophytic us (sekitar10%). Pada kejadian infeksi berulang atau dengan adanya faktor penyulit lain (misalnya kateterisasi atau alat bedah lainnya), bakteri penyebabnya tidak hanya E-coli tetapi bisa juga disebabkan oleh Proteus, Klebsiella, Enterobacter, Pseudomonasaeruginosa; Staphylococcusaureus dan Entero-coccus.

Di rumah sakit, kejadian bakteremianosokomial karena ISK adalah 73 dari 100.000 pasien. lnfeksi jamur pada traktus urogenitalis terutama dijumpai pada kandung kemih dan ginjal. Jamur penyebab biasanya Candidaspp, jamur yang lain misalnya Cryptococcus neorormans, Aspergillusspp., Mucoraceae spp., Histoplasmosis; Blastomycosis, Coccidioidomycosis.

ISK bagian bawah yang disebabkan Candida terutarna karena pemakaian kateter urin. Infeksi parasitik, misalnya Filariasis, Trichomo-niasis dan Schistosomiasis. Trichomoniasis merupakan penyebab vaginitis yang umum pada wanita dan dapat menyebabkan uretritis dan prostatitis pada pria. Bakteri dapat memasuki saluran kemih melalui tiga cara: ascending(ke atas), hematogenous/descend-ing (ke bawah) dan melalui jalur limfatik.

Infeksi ginjal secara hematogenous jarang ditemui; demikian juga dengan jalur limfatik. Bila terjadi infeksi bakteri saluran kemih bagian bawah, minimal satu kali pada pria atau lebih dari dua kali pada wanita maka harus dipertimbangkan untuk memeriksa saluran kemih secara keseluruhan(uretra, kandung kemih, ureter, ginjal atau prostat). Penatalaksanaan ISK baik pemilihan anti mikrobamau pun lamanya pengobatan sangat bervariasitergantung pada jenis mikroba penyebabnya. Olehkarena itu sangat dianjurkan untuk melakukan kulturdan tes sensitivitas contoh win penderita pada waktumenegakkan diagnosis dan juga setelah terapi selesai dilakukan. Untuk mencegah infeksi saluran kemih berulang, pada beberapa pasien diberi pengobatan profilaksis, tetapi pemakaian antimikroba secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi mikroba. Untuk mengatasi hal tersebut anti mikroba, diberikan secara bergantian, misalnya satu bulan terapi dengan co-trimoxazole, dilanjutkan dengan pemakaian nitro-furantoin selama satu bulan, kemudian satu bulan berikutnya dengan ciprofloxacin dan seterusnya.

Referensi : Rasional - Media informasi peresepan rasional bagi tenaga kesehatan Indonesia