MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1031
mod_vvisit_counterKemarin1514
mod_vvisit_counterMinggu ini6259
mod_vvisit_counterBulan ini20199
mod_vvisit_counterSemua1144490

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Apakah Penyakit Jantung Itu?

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah. Beberapa contoh penyakit jantung seperti jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut "angina") dan penyakit jantung rematik.

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang penderitanya paling banyak. Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan dapat menyebabkan serangan jantung. Serangan jantung disebabkan oleh pembuluh arteri yang tersumbat sehingga menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung. Stroke disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak yang terkadang menyebabkan pendarahan di otak

Namun, tidak semua penyakit jantung disebabkan oleh terserangnya pembuluh darah. Berikut ini beberapa gangguan lain pada jantung,
yaitu:
 
Abnormal Heart Rhythms
Normalnya jantung berdetak 60-100 kali setiap menit (atau sekitar 100 ribu kali setiap harinya). Jantung yang bedetak tidak normal biasanya disebut arryhytmia (sering juga disebut dengan dysrhythmia). Jantung yang berdetak terlalu lambat (dibawah 60 kali per menit) disebut bradyarrhythmias. Sedangkan yang berdetak di atas 100 per menit disebut dengan tachyarrhytmias.
 
Penyakit Flu Burung PDF Cetak Email
Penilaian User: / 2
TerburukTerbaik 
Penyakit Menular - menular

Penyakit flu burung pada mulanya hanya menyerang unggas, tetapi tidak diduga-duga ternyata penyakit ini dapat menular kepada manusia. Menurut dr. Tjandra Yoga Aditama penyakit pada binatang ini telah ditemukan di Italia tahun 1878. Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A subtipe H5 dan H7 serta H9, komponen H dan N merupakan antigen penting yang menentukan kemampuan virus untuk merusak sel targetnya. Seluruh virus tipe A mudah bermutasi dan salah satunya dapat menyebabkan penyakit pada manusia dalam bentuk berat.
H kepanjangan dari haemagglutinin dan N adalah neuraminidase. Virus ini dapat menjadi menular dan mematikan sehingga disebut highly pathogenic avian influenza. Flu burung dapat menularkan manusia, pertama kali terjadi di
HongKong pada tahun 1997, di mana virus influenza tipe A subtipe H5N1 menyebabkan penyakit paru berat terhadap 18 orang, 6 di antaranya meninggal dunia atau telah menyebabkan kematian mencapai 30 %. Di tahun 2003 terjadi epidemi H5N1 avian influenza di Hong Kong yang menyerang dua pasien dan satu di antaranya meninggal dunia. Mereka sebenarnya pendatang dari Fujian, China. Hasil investigasi WHO flu burung telah berkembang di China sejak tahun 2001 dan telah menyebar ke 11 provinsinya. H5N1 memiliki sifat antigenic shift dan antigenic drift. Virus ditularkan melalui saliva dan feses (kotoran) unggas.
 
Virus dapat tetap bertahan hidup sampai empat hari pada suhu 22 derajat celcius, bahkan lebih dari 30 hari pada 0 derajat celcius. Pada dasarnya flu burung ini tertular dari binatang unggas ke manusia. Sehingga orang yang rawan tertular adalah mereka yang memelihara unggas atau bekerja di peternakan unggas. Penyakit ini sering muncul di musim dingin.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh CDC (Center of Diseases Control) Amerika Serikat, wabah H5N1 menular antar orang dengan orang pertama kali terjadi di Hong Kong tahun 1997 dan wabah H7N7 di Belanda tahun 2003.

Pada Juli 2005 di Indonesia sudah dua orang penderita penyakit flu burung yaitu Sabrina dan Siswara mengalami kematian. Selama itu menyebabkan dinas peternakan harus membakar habis ternak yang terkena flu burung yang kira-kira jumlahnya sekitar 10.000 ternak.
(sumber: Refortase sore Trans TV).

Gejala flu burung yang menyerang unggas
-    jengger berwarna biru
-    masa inkubasi satu minggu
-    borok di kaki
-    kematian mendadak

Gejala flu burung yang menyerang manusia
-    batuk dan nyeri tenggorokan
-    menyerupai flu berat
-    suhu badan lebih dari 36 derajat celcius
-    radang saluran pernapasan atas

 Penularan flu burung
Dari unggas ke unggas dan spesies lain, dan ke manusia
-    Dari manusia ke manusia (belum terbukti secara akurat)
-    Melalui kotoran unggas, mencernari udara, dari tangan penjamah
-    Masa inkubasi 1 — 3 hari
-    Masa infeksi pada manusia 1 hari sebelum sampai 3 5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak bisa sampai 21 hari.


Orang-orang yang berisiko terkena flu burung
-    pekerja peternakan/pemrosesan unggas (termasuk dokter unggas)
-    petugas laboratorium yang memproses sample pasien/ unggas yang terjangkit
-    pengunjung peternakan/pemroses unggas
-    orang yang kontak dengan penderita flu burung.

Pencegahan terhadap flu burung
-    senantiasa mencuci tangan dengan desinfektan (alcohol 70 %)
-    vaksinasi virus bagi yang terpapar
-    orang-orang yang berisiko (usia lanjut, penderita jantung, paru kronis) sebaiknya menghindari tempat jangkitan (peternakan unggas) dll.
-    Pengaman kesehatan secara pasif bagi yang berisiko/ terpapar dari keluarganya; gangguan saluran pernapasan, dan demam.
-    Bila menghirup udara tercemar, minum antiviral (oseltamivir)1 x 75 mg selama seminggu.

Alat pelindung dari Flu burung
-    Masker N95, minimum masker bedah
-    Apron/gaun pelindung
-    Sarung tangan

-    Pelindung kaki/sepatu


Penanganan Epidemi Flu Burung
1. Biosafety, artinya para peternak harus memvaksinasi ternak, menjaga kebersihan kandang dan menjemur kotoran ternak agar virus yang tersisa dapat mati, bersihkan peralatan yang dipergunakan, serta gunakan sarung tangan dan sepatu bot bagi pekerja peternakan.


2. Memberantas unggas yang telah terinfeksi virus dengan cara dibakar (hidup-hidup), mengubur unggas dalam tanah, dan atau dibuang jauh-jauh dari pemukiman penduduk. Jangan sekali-sekali unggas yang telah terinfeksi dipotong karena darahnya yang mengandung virus akan menularkan ke pemotong.