MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini313
mod_vvisit_counterKemarin1147
mod_vvisit_counterMinggu ini1460
mod_vvisit_counterBulan ini14406
mod_vvisit_counterSemua966993

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Cegahlah serangan Jantung mulai sekarang

Selama ini Penyakit Jantung Koroner (PJK) memang umumnya ditemukan di usia tua. Namun kini ada pergeseran kejadian penyakit ini dari usia tua ke usia lebih muda. Kejadian serangan jantung bisa saja terjadi pada kita jika kita tidak menerapkan pola hidup tidak sehat di usia muda.

Rokok Faktor Utama

Hingga saat ini PJK adalah pembunuh nomor satu di dunia. Di Amerika Serikat, satu dari lima orang mati karena penyakit ini. Belakangan angka kejadian penyakit ini juga meningkat di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Di negara kita, penyakit ini pun menduduki ranking satu sebagai penyebab kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO pernah melakukan penelitian dalam sebuah proyek raya yang dinamai Multinational Monitoring of Trends and Determinants in Cardiovascular Disease (MONICA) selama satu dasawarsa, melibatkan populasi dari 21 negara. Kesimpulan penelitian ini: serangan jantung pada usia di bawah 40 tahun sebagian besar (sekitar 80 %) disebabkan oleh salah satu faktor risiko mayor penyakit ini yaitu kebiasaan merokok.

Dalam bahasa medis, serangan jantung lebih dikenal sebagai infark miokard akut (acute myocardial infarction, AMI). Pada kondisi ini, aliran darah ke bagian daerah tertentu di jantung mengalami gangguan sehingga menyebabkan sel-sel jantung pada daerah yang terganggu ini mati. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak lemak pada pembuluh darah arteri jantung yaitu arteria koronaria sehingga menyebabkan penyempitan.
Ketika serangan jantung terjadi, gejalanya antara lain nyeri di dada, terutama pada bagian kiri yang dapat menjalar hingga ke pundak sebelah kiri, sesak napas, mual, muntah, dan keringat dingin. Ada-pun faktor-faktor risiko mayor (penyebab utama) serangan jantung adalah diabetes, merokok, obesitas atau kegemukan dengan indeks masa tubuh lebih dari 30 kg/m2, kadar low density lipoprotein (LDL, kolesterol jahat) tinggi, trigliserida (lemak) tinggi, stres, dan konsumsi alkohol.
Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko penting di kalangan orang muda di bawah 40 tahun. Mengapa begitu? Rokok membantu pembentukan formasi plak lemak pada dinding pembuluh darah terutama pada arteria koronaria di jantung. Dengan kata lain, rokok membuat proses penebalan pembuluh darah menjadi lebih cepat. Itu sebabnya perokok memiliki risiko lima kali lebih besar dibandingkan dengan yang bukan perokok.
Selain rokok, faktor penting lainnya gadalah kegemukan, kebiasaan makan-makanan tinggi lemak dan kolesterol, serta kurang berolahraga. Ini semua faktor penting yang makin sering kita temukan pada orang muda zaman sekarang. Merokok, tubuh gendut, makan tidak terkontrol, jarang berolahraga.
Selain mempengaruhi produktivitas, penyakit jantung juga dapat menyebabkan kematian mendadak. Mati muda. Jika penderita berhasil selamat melewati serangan jantung, maka persoalannya tidak lantas usai. Komplikasi setelah serangan jantung bisa saja menghantui. Salah satu bentuk komplikasi adalah gagal jantung. Dalam kondisi ini, jantung tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Komplikasi lain adalah gangguan kontraksi jantung seperti regurgitasi (gangguan katup jantung) dan aritmia (gangguan denyut jantung). Tak hanya itu, serangan jantung ulangan pun bisa saja terjadi.

 

Pengobatan Seumur Hidup

Terlepas dari perkara komplikasi, pengobatan penyakit ini membutuhkan biaya yang menguras dompet. Selain pengobatan terhadap faktor risiko, diperlukan juga pencegahan dengan obat-obatan yang mungkin harus dikonsumsi seumur hidup. Di Amerika Serikat, penyakit ini tidak mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan tenaga kerja. Bahkan, sebagian perusahaan besar menolak memperkerjakan orang yang pernah terkena serangan jantung. Pertimbangannya, biaya perawatan kesehatannya tidak sebanding dengan produktivitas kerja yang dihasilkan oleh pasien ini. Bisa dibayangkan jika ini terjadi pada kita. Ditolak bekerja di usia produktif. Salah satu metode pengobatan yang paling populer untuk mencegah terjadinya serangan ulangan adalah operasi bypass. Operasi ini inembutuhkan biaya yang terhitung cukup mahal untuk kebanyakan orang Indonesia, minimal Rp 150 juta. Ini belum termasuk obat-obatan selama perawatan berikut obat pascaoperasi. Selain operasi bypass, metode lain untuk pencegahan serangan ulangan adalah pemasangan cincin stent, angioplasti balon, dan transplantasi jantung. Metode terakhir ini belum bisa dilakukan di Indonesia.

Penyakit Flu Burung PDF Cetak Email
Penilaian User: / 2
TerburukTerbaik 
Penyakit Menular - menular

Penyakit flu burung pada mulanya hanya menyerang unggas, tetapi tidak diduga-duga ternyata penyakit ini dapat menular kepada manusia. Menurut dr. Tjandra Yoga Aditama penyakit pada binatang ini telah ditemukan di Italia tahun 1878. Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A subtipe H5 dan H7 serta H9, komponen H dan N merupakan antigen penting yang menentukan kemampuan virus untuk merusak sel targetnya. Seluruh virus tipe A mudah bermutasi dan salah satunya dapat menyebabkan penyakit pada manusia dalam bentuk berat.
H kepanjangan dari haemagglutinin dan N adalah neuraminidase. Virus ini dapat menjadi menular dan mematikan sehingga disebut highly pathogenic avian influenza. Flu burung dapat menularkan manusia, pertama kali terjadi di
HongKong pada tahun 1997, di mana virus influenza tipe A subtipe H5N1 menyebabkan penyakit paru berat terhadap 18 orang, 6 di antaranya meninggal dunia atau telah menyebabkan kematian mencapai 30 %. Di tahun 2003 terjadi epidemi H5N1 avian influenza di Hong Kong yang menyerang dua pasien dan satu di antaranya meninggal dunia. Mereka sebenarnya pendatang dari Fujian, China. Hasil investigasi WHO flu burung telah berkembang di China sejak tahun 2001 dan telah menyebar ke 11 provinsinya. H5N1 memiliki sifat antigenic shift dan antigenic drift. Virus ditularkan melalui saliva dan feses (kotoran) unggas.
 
Virus dapat tetap bertahan hidup sampai empat hari pada suhu 22 derajat celcius, bahkan lebih dari 30 hari pada 0 derajat celcius. Pada dasarnya flu burung ini tertular dari binatang unggas ke manusia. Sehingga orang yang rawan tertular adalah mereka yang memelihara unggas atau bekerja di peternakan unggas. Penyakit ini sering muncul di musim dingin.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh CDC (Center of Diseases Control) Amerika Serikat, wabah H5N1 menular antar orang dengan orang pertama kali terjadi di Hong Kong tahun 1997 dan wabah H7N7 di Belanda tahun 2003.

Pada Juli 2005 di Indonesia sudah dua orang penderita penyakit flu burung yaitu Sabrina dan Siswara mengalami kematian. Selama itu menyebabkan dinas peternakan harus membakar habis ternak yang terkena flu burung yang kira-kira jumlahnya sekitar 10.000 ternak.
(sumber: Refortase sore Trans TV).

Gejala flu burung yang menyerang unggas
-    jengger berwarna biru
-    masa inkubasi satu minggu
-    borok di kaki
-    kematian mendadak

Gejala flu burung yang menyerang manusia
-    batuk dan nyeri tenggorokan
-    menyerupai flu berat
-    suhu badan lebih dari 36 derajat celcius
-    radang saluran pernapasan atas

 Penularan flu burung
Dari unggas ke unggas dan spesies lain, dan ke manusia
-    Dari manusia ke manusia (belum terbukti secara akurat)
-    Melalui kotoran unggas, mencernari udara, dari tangan penjamah
-    Masa inkubasi 1 — 3 hari
-    Masa infeksi pada manusia 1 hari sebelum sampai 3 5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak bisa sampai 21 hari.


Orang-orang yang berisiko terkena flu burung
-    pekerja peternakan/pemrosesan unggas (termasuk dokter unggas)
-    petugas laboratorium yang memproses sample pasien/ unggas yang terjangkit
-    pengunjung peternakan/pemroses unggas
-    orang yang kontak dengan penderita flu burung.

Pencegahan terhadap flu burung
-    senantiasa mencuci tangan dengan desinfektan (alcohol 70 %)
-    vaksinasi virus bagi yang terpapar
-    orang-orang yang berisiko (usia lanjut, penderita jantung, paru kronis) sebaiknya menghindari tempat jangkitan (peternakan unggas) dll.
-    Pengaman kesehatan secara pasif bagi yang berisiko/ terpapar dari keluarganya; gangguan saluran pernapasan, dan demam.
-    Bila menghirup udara tercemar, minum antiviral (oseltamivir)1 x 75 mg selama seminggu.

Alat pelindung dari Flu burung
-    Masker N95, minimum masker bedah
-    Apron/gaun pelindung
-    Sarung tangan

-    Pelindung kaki/sepatu


Penanganan Epidemi Flu Burung
1. Biosafety, artinya para peternak harus memvaksinasi ternak, menjaga kebersihan kandang dan menjemur kotoran ternak agar virus yang tersisa dapat mati, bersihkan peralatan yang dipergunakan, serta gunakan sarung tangan dan sepatu bot bagi pekerja peternakan.


2. Memberantas unggas yang telah terinfeksi virus dengan cara dibakar (hidup-hidup), mengubur unggas dalam tanah, dan atau dibuang jauh-jauh dari pemukiman penduduk. Jangan sekali-sekali unggas yang telah terinfeksi dipotong karena darahnya yang mengandung virus akan menularkan ke pemotong.