MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini641
mod_vvisit_counterKemarin1227
mod_vvisit_counterMinggu ini6796
mod_vvisit_counterBulan ini17435
mod_vvisit_counterSemua1208128

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Kaitan Hiperlipidemia dgn terjadinya Artherosclerosis dan Hipertensi

Hiperlipidemia adalah keadaan meningkatnya kadar lipid darah dalam lipoprotein (kolesterol dan trigliserida). Hal ini berkaitan dengan intake lemak dan karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan dalam tubuh. Keadaan tersebut akan menimbulkan resiko terjadinya artherosclerosis dan hipertensi.

 Artherosclerosis adalah keadaan terbentuknya bercak yang menebal dari dinding arteri bagian dalam dan dapat menutup saluran dari aliran darah dalam arteri koronaria. Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan Penyakit Jantung Koroner.Pembuluh darah koroner yang menderita artherosklerosis selain menjadi tidak elastis, juga mengalami penyempitan sehingga tahanan aliran darah dalam pembuluh koroner juga naik. Naiknya tekanan sistolik karena pembuluh darah tidak elastis serta naiknya tekanan diastolik akibat penyempitan pembuluh darah disebut juga tekanan darah tinggi atau hipertensi. 
Tetap Sehat dan Langsing setelah Lebaran PDF Cetak Email
Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 
Kesehatan - Kebugaran
pisang superHari raya ldul Fitri alias Lebaran, selain merupakan perayaan kemenangan atas keberhasilan menjalani puasa di bulan Ramadhan, identik dengan silaturahmi dan makan-makan. Nikmatnya potongan ketupat dan opor ayam, kue-kue kering yang menggoda untuk segera disantap, serta deretan gelas berisi minuman manis dan segar menunggu untuk diminum. Beragam hidangan Lebaran memang terasa sangat lezat apalagi setelah kita berpuasa selama satu bulan. Tetapi janganlah itu kitajadikan sebagai ajang untuk 'balas dendam' dengan menyantap habis-habisan berbagai makanan tersebut. Sangat penting untuk tetap mengendalikan diri agar esensi puasa tetap melekat pada diri sekaligus menjaga tubuh tetap bugar dan sehat.
 
Menu 'balas dendam' pengundangsakit

Hidangan yang disajikan saat Lebaran umumnya jauh dari kriteria menu seimbang. Jenis makanan yang tersedia biasanya tinggi lemak, gula, dan garam. Opor ayam, rendang, samba! goreng, dan ketupat adalah menu wajib yang hampir selalu terhidang saat Lebaran. Tidak ketinggalan aneka kue khas Lebaran yang menggoda seperti nastar, kastengel, dan lapis legit, serta minuman manis seperti sirup.
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak atau berminyak akan membuat pencernaan bekerja kurang baik. Selama satu bulan berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi secara alami. Setelah organ pencernaan kita diistirahatkan selama 30 hari, tubuh memerlukan waktu penyesuaian kembali. Proses adaptasi ini tentu harus dilakukan secara bertahap dengan berangsur angsur mengubah pola dan porsi makan. Porsi makan yang terlalu banyak dan mendadak akan berefek buruk bagi tubuh.Alih-alih menikmati hidangan Lebaran dan merayakan kemenangan berpuasa, justru penyakit yang datang.
 
Aneka penyakit datang menghadang
Gejala penyakit pasca Lebaran umumnya baru terasa setelah tiga hingga satu minggu setelah Lebaran. Biasanya klinik dan rumah sakit kebanjiran pasien korban pesta Lebaran dengan berbagai keluhan. Berikut penyakit penyakit usai Lebaran yang perlu diwaspadai:

1. Berat badan naik
Sajian Lebaran yang tinggi lemak dan gula jika dikonsumsi berlebihan akan membuat lingkar pinggang melar dan berat badan melonjak melebihi berat badan sebelum berpuasa. Pastikan untuk selalu mengkonsumsi menu seimbang dan mengurangi porsi makan.
NO  : Makanan berkalori dan berlemak tinggi, misalnya rendang daging, opor ayam, samba! goreng hati, kue kue manis, dan cokelat.
YES : Makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah buahan.
 
2. Diabetes
Hidangan serba manis seperti . aneka kue kering, manisan, serta minuman segar sangat sulit untuk dihindari saat Lebaran. Akibatnya, kadar gula darah akan meningkat drastis, terutama bagi penderita diabetes. Kurangi konsumsi makanan manis, agar kadar gula darah terkontrol. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks karena karbohidrat ini dicerna dan diserap secara perlahan oleh tubuh, sehingga kadar gula darah naik secara bertahap. Karbohidrat kompleks juga mengandung banyak serat dan vitamin.
NO   : Makanan dan minuman manis, seperti cake, manisan kolang-kaling, kue kering berlapis gula, sirup, soft drink, serta ketupat.
YES : Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, sepertt beras merah, oats, roti whole wheat, serta buah dan sayuran segar.
 
3. Hipertensi, stroke, dan serangan jantung
Konsumsi makanan asin dan berlemak sulit dihindari saat merayakan Lebaran. lni akan memicu melonjaknya tekanan darah dan kadar kolesterol, terutama bagi orang yang sudah menderita hipertensi. Melonjaknya tekanan darah bisa memicu stroke. Sedangkan konsumsi makanan berlemak akan meningkatkan kadar kolesterol yang dapat menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan serangan jantung.
NO:
• Makanan berkadar garam tinggi, seperti telur asin, tomat, petis, tauco, dan vetsin (MSG).
• Makanan yang terlalu manis, seperti cake, pie, manisan, dan sirup.
• Makanan tinggi lemak dan kolesterol, contohnya daging kambing,jeroan, otak, kuning telur, sosis, gorengan, santan kental, dan keju.
• Makanan yang menimbulkan gas atau alkohol, seperti ubi, singkong, tape, kol, sawi, lobak, durian, dan nangka matang.
• Bumbu yang merangsang, misalnya cabai rawit, lada, danmerica.
• Kopi, teh kental, minuman bersoda dan beralkohol.
YES:
• Makanan yang diolah dengan sedikit garam.
• Makanan tinggi serat, seperti beras merah, oats, roti whole wheat.
• Makanan sumber protein sehat, contohnya ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, kacang-kacangan, susu kedelai, dan yogurt.
• Sayuran dan buah-buahan.
• Makanan yang mudah dicerna dan biasakan makan dalam porsi kecil.
 
4. Nyeri sendi
Hidangan serba daging, jeroan, kaldu, emping dan kacang goreng akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah yang kemudian akan membentuk timbunan kristal garam urat di persendian. Akibatnya terjadi peradangan, nyeri dan bengkak pada persendian maupun nyeri di bagian tubuh yang lain seperti otot paha dan betis. Asam urat terbentuk dari makanan yang banyak mengandung purin.
NO: Makanan dengan kadar purin tinggi, misalnya otak, hati, jantung, usus, limpa, paru-paru, otak, sardin, kerang, kaldu, bebek, emping dan kacang goreng. Hindari minuman beralkohol (termasuk tape, brem, dan durian).
YES: Makanan yang rendah kadar purinnya, terutama buah dan sayur (kecuali daun singkong, kangkung, bayam, daun dan biji melinjo). Perbanyak minum air putih untuk mengeluarkan asam urat lewat urine.
 
5. Diare & sakit maag
Diare muncul akibat pola makan 'balas dendam' yang tidak terkontrol saat menikmati jamuan Lebaran. Semua makanan dipaksa masuk ke dalam perut dalam porsi besar. Organ pencernaan memerlukan waktu untuk kembali beradaptasi terhadap perubahan pola dan porsi makan dari kondisi puasa ke normal. Sehingga belum siap untuk menerima dan mencerna makanan dan minuman yang masuk dalam jumlah banyak. Akibatnya, makanan tidak tercerna dengan baik dan memicu diare.
NO: Makan berlebihan dengan porsi besar. Bagi penderita maag, hindari makanan dan minuman yang terlalu asam dan pedas yang akan memicu produksi asam lambung.
YES: Makan dengan porsi kecil. Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi akibat diare.
 
6. Batuk & radang tenggorokan
Aktivitas mempersiapkan Lebaran, mudik, bersilaturahmi mengunjungi kerabat, membuat Anda kurang beristirahat.
Akibatnya daya tahan tubuh menurun sehingga kondisi fisik menjadi lemah dan mudah terserang infeksi. Gejalanya berupa batuk, pilek, demam, serta pegal di seluruh badan. Seringkali juga mengalami radang tenggorokan karena banyak mengkonsumsi makanan dan minuman dingin serta gorengan.
NO: Makanan dan minuman dingin, seperti es krim, es buah, sirup, dan puding. Juga aneka gorengan, seperti ayam dan kentang goreng.
YES: Perbanyak minum air putih dan mengkonsumsi suplemen vitamin B dan C untuk menjaga daya tahan tubuh.
 
7. Sariawan & konstipasi
Makanan berserat yang kaya vitamin dan · mineral seperti sayur dan buah segar justru menjadi langka saat Lebaran. Seringkali memang agak sulit mendapatkan sayuran segar karena para pedagang pasar tradisional dan tukang sayur keliling juga sedang berlebaran dikampung masing-masing. Akibatnya, jenis makanan yang tersedia di rumah adalah yang bisa disimpandalam waktu lama dan yang dihangatkan berulang kali. Padahal proses pemanasan berulang akan merusak vitamin yang terkandung dalam makanan. Kekurangan asupan vitamin, mineral, dan serat menyebabkan panas dalam, bibir pecah-pecah, sariawan, gusi berdarah, kulit kering, dan konstipasi (sembelit). Untuk itu, sebaiknya Anda memasok buah-buahan serta sayuran segar dalam lemari es sebagai persediaan.
NO  : Makanan berlemak, pedas, dan kurang serat.
YES : Sayuran dan buah-buahan.
 
Hidangan Lebaran bisa tetap sehat
Jika Anda atau anggota keluarga kebetulan memiliki pantangan makanan, Anda tetap bisa menyajikan hidangan lezat tapi sehat.
Pada saat memasak, batasi penggunaan garam dan santan dalam resep. Jika ingin memasak daging, pilihlah daging yang tidak banyak lemaknya. Ganti teknik pengolahan makanan yang biasa digoreng dengan dipanggang, dikukus, direbus, atau dipepes. Sebaiknya sajikan nasi dari beras merah daripada nasi putih. Nasi dari beras merah lebih tinggi seratnya sehingga lebih mengenyangkan, namun kalorinya tidak setinggi nasi putih. Jika tidak terlalu suka, Anda bisa mencampur nasi beras merah dengan nasi putih. Untuk membuat kue, ganti tepung terigu biasa dengan tepung whole wheat yang lebih kaya serat.
Makan sehat bukan berarti membatasi Anda menikmati hidangan khas Lebaran. Anda tetap bisa menikmati ketupat dengan opor, gulai atau rendang, tapi jangan terlalu banyak mengambil kuahnya yang tinggi lemak. Sebisa mungkin santap daging ayam tanpa kulit atau daging tanpa gajih atau lemak. Dan yang terpenting, usahakan ambil dalam porsi kecil dan tidak makan berlebihan.

Alangkah baiknya bila selain membuat hidangan khas Lebaran yang dianggap wajib, Anda juga menyajikan menu-menu alternatif dalam menu hidangan lebaran, misalnya salad, sup sayuran, gadogado, pecel, pepes ikan, pepes jamur, semur ayam dan tahu, soto, lalapan, rujak, dan urap. Untuk contoh menu Lebaran sehat,
Jangan lupa, hidangkan buah potong atau sate buah sebagai pencuci mulut dan camilan sehat. Agar-agar yang diolah tanpa gula dengan siraman jus buah segar sebagai pengganti via juga bisa menjadi alternatif ketimbang cake cokelat atau tiramisu yang tinggi gula dan lemak. Anda juga bisa menyajikan jus buah segar atau teh madu ketimbang sirup atau minuman bersoda. Selain itu jangan lupa banyak minum air putih setelah menyantap berbagai hidangan lebaran.
oooooooooooooooooooooooooooooooOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
Sumber : Majalah Nirmala