MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini538
mod_vvisit_counterKemarin814
mod_vvisit_counterMinggu ini1352
mod_vvisit_counterBulan ini11355
mod_vvisit_counterSemua1083785

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Cegahlah serangan Jantung mulai sekarang

Selama ini Penyakit Jantung Koroner (PJK) memang umumnya ditemukan di usia tua. Namun kini ada pergeseran kejadian penyakit ini dari usia tua ke usia lebih muda. Kejadian serangan jantung bisa saja terjadi pada kita jika kita tidak menerapkan pola hidup tidak sehat di usia muda.

Rokok Faktor Utama

Hingga saat ini PJK adalah pembunuh nomor satu di dunia. Di Amerika Serikat, satu dari lima orang mati karena penyakit ini. Belakangan angka kejadian penyakit ini juga meningkat di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Di negara kita, penyakit ini pun menduduki ranking satu sebagai penyebab kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO pernah melakukan penelitian dalam sebuah proyek raya yang dinamai Multinational Monitoring of Trends and Determinants in Cardiovascular Disease (MONICA) selama satu dasawarsa, melibatkan populasi dari 21 negara. Kesimpulan penelitian ini: serangan jantung pada usia di bawah 40 tahun sebagian besar (sekitar 80 %) disebabkan oleh salah satu faktor risiko mayor penyakit ini yaitu kebiasaan merokok.

Dalam bahasa medis, serangan jantung lebih dikenal sebagai infark miokard akut (acute myocardial infarction, AMI). Pada kondisi ini, aliran darah ke bagian daerah tertentu di jantung mengalami gangguan sehingga menyebabkan sel-sel jantung pada daerah yang terganggu ini mati. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak lemak pada pembuluh darah arteri jantung yaitu arteria koronaria sehingga menyebabkan penyempitan.
Ketika serangan jantung terjadi, gejalanya antara lain nyeri di dada, terutama pada bagian kiri yang dapat menjalar hingga ke pundak sebelah kiri, sesak napas, mual, muntah, dan keringat dingin. Ada-pun faktor-faktor risiko mayor (penyebab utama) serangan jantung adalah diabetes, merokok, obesitas atau kegemukan dengan indeks masa tubuh lebih dari 30 kg/m2, kadar low density lipoprotein (LDL, kolesterol jahat) tinggi, trigliserida (lemak) tinggi, stres, dan konsumsi alkohol.
Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko penting di kalangan orang muda di bawah 40 tahun. Mengapa begitu? Rokok membantu pembentukan formasi plak lemak pada dinding pembuluh darah terutama pada arteria koronaria di jantung. Dengan kata lain, rokok membuat proses penebalan pembuluh darah menjadi lebih cepat. Itu sebabnya perokok memiliki risiko lima kali lebih besar dibandingkan dengan yang bukan perokok.
Selain rokok, faktor penting lainnya gadalah kegemukan, kebiasaan makan-makanan tinggi lemak dan kolesterol, serta kurang berolahraga. Ini semua faktor penting yang makin sering kita temukan pada orang muda zaman sekarang. Merokok, tubuh gendut, makan tidak terkontrol, jarang berolahraga.
Selain mempengaruhi produktivitas, penyakit jantung juga dapat menyebabkan kematian mendadak. Mati muda. Jika penderita berhasil selamat melewati serangan jantung, maka persoalannya tidak lantas usai. Komplikasi setelah serangan jantung bisa saja menghantui. Salah satu bentuk komplikasi adalah gagal jantung. Dalam kondisi ini, jantung tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Komplikasi lain adalah gangguan kontraksi jantung seperti regurgitasi (gangguan katup jantung) dan aritmia (gangguan denyut jantung). Tak hanya itu, serangan jantung ulangan pun bisa saja terjadi.

 

Pengobatan Seumur Hidup

Terlepas dari perkara komplikasi, pengobatan penyakit ini membutuhkan biaya yang menguras dompet. Selain pengobatan terhadap faktor risiko, diperlukan juga pencegahan dengan obat-obatan yang mungkin harus dikonsumsi seumur hidup. Di Amerika Serikat, penyakit ini tidak mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan tenaga kerja. Bahkan, sebagian perusahaan besar menolak memperkerjakan orang yang pernah terkena serangan jantung. Pertimbangannya, biaya perawatan kesehatannya tidak sebanding dengan produktivitas kerja yang dihasilkan oleh pasien ini. Bisa dibayangkan jika ini terjadi pada kita. Ditolak bekerja di usia produktif. Salah satu metode pengobatan yang paling populer untuk mencegah terjadinya serangan ulangan adalah operasi bypass. Operasi ini inembutuhkan biaya yang terhitung cukup mahal untuk kebanyakan orang Indonesia, minimal Rp 150 juta. Ini belum termasuk obat-obatan selama perawatan berikut obat pascaoperasi. Selain operasi bypass, metode lain untuk pencegahan serangan ulangan adalah pemasangan cincin stent, angioplasti balon, dan transplantasi jantung. Metode terakhir ini belum bisa dilakukan di Indonesia.

CARA AMAN MEMBERSIHKAN ORGAN KEWANITAAN PDF Cetak Email
Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 
Berita - Latest
Wanita tak disarankan menggunakan tisu setelah buang air kecil. lebih baik menyiapkan handuk kecil sendiri.

Saban kali ke kamar kecil, Citra selalu menyempatkan diri mengeringkan organ kewanitaannya dengan tisu kering. Bahkan saat ke luar rumah, tak jarang wanita 33 tahun ini menyiapkan tisu sendiri untuk berjaga-jaga jika di toilet yang ia masuki tak tersedia tisu. Alasan di balik penggunaan tisu kering sangat sederhana, yakni menghindari kelembapan akibat sisa-sisa air yang baru saja dipakai untuk membersihkan organ penting tersebut. Maklum, kelembapan berpotensi mengundang masalah, termasuk datangnya jamur yang bikin gatal dan tak nyaman.

“Kalau cairan pembersih khusus seperti yang banyak diiklankan, saya enggak pernah menggunakan,“ kata wartawati di sebuah stasiun televisi swasta ini. “Alhamdulillah, saya tidak punya masalah dengan organ kewanitaan,“ ujar Citra, menambahkan.

Kebiasaan menggunakan tisu kering yang tersedia di toilet milik perkantoran atau pusat-pusat perbelanjaan tentu bukan hanya dilakukan Citra. Banyak wanita melakukan kebiasaan yang sama. Adapun cairan pembersih khusus biasanya digunakan setelah kaum Hawa selesai mandi. Padahal, menurut Yasmina Ismail, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, kebiasaan seperti itu tak baik untuk kesehatan organ kewanitaan.

“Tisu terbuat dari serat yang rapuh dan mudah luruh, sehingga bisa menempel ke organ kewanitaan,“ kata dia, saat membahas masalah kesehatan organ kewanitaan di kantor Tempo, di Palmerah, Jakarta, Jumat lalu. Dalam waktu 4 jam, ia menambahkan, “Bagian tisu yang luruh atau rapuh tersebut bisa menjadi media yang baik bagi perkembangan jamur dan bakteri. Itu justru berbahaya bagi kesehatan organ kewanitaan.“

Tidak hanya sifat bahannya yang rapuh, tisu juga mengandung bahan kimia berupa pemutih. Bahan ini bisa bereaksi di dalam vagina, sehingga penggunaan yang terlalu sering berpotensi membahayakan organ tersebut. “Lebih baik mengeringkan organ kewanitaan dengan handuk,“ ujar Yasmina.

Handuk memiliki kelebihan, yakni seratnya yang tidak mudah luruh laiknya tisu. Karena itu, tidak ada salahnya bila perempuan membawa persediaan handuk kecil demi kebersihan organ kewanitaannya, meski harus diakui, kata Yasmina, “Membawa handuk kecil lebih dari satu cukup merepotkan.“

Selain kebiasaan menggunakan tisu setelah buang air kecil, kebiasaan menggunakan cairan pembersih vagina untuk membersihkan organ kewanitaan juga harus dihindari.
Maklum, menurut Yasmina, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah ihwal apakah cairan pembersih vagina tersebut higienis dan steril. “Yang cukup mengherankan, masih banyak yang iklan cairan pembersih vagina yang mengaku higienis dan steril,“ ujarnya.

Menurut dia, bahan kimiawi yang terkandung dalam cairan pembersih vagina juga tak seluruhnya dicantumkan dalam kemasan. Padahal ada beberapa zat, seperti pewarna dan pewangi, yang menurut Yasmina justru tidak baik bagi kesehatan. “Satu zat kimiawi yang pasti dicantumkan cairan pembersih vagina adalah povidone iodine. Lalu sisanya apa, kita tidak tahu,“ ujar Yasmina.

Agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari, ia menganjurkan agar perempuan tidak menggunakan cairan pembersih vagina. Apalagi, keseimbangan asam-basa antara cairan pembersih dan vagina sangat berbeda. “Keasaman vagina 3, sedangkan cairan pembersih itu bukan asam, melainkan basa. PHnya bisa sampai 7,“ ujar Yasmina.

Dengan keadaan asam-basa yang jauh berbeda ini, cairan pembersih tidak akan membersihkan bakteri dengan baik. Cairan itu justru menghilangkan sel berguna yang ada di dalam organ kewanitaan. Lalu apa langkah terbaik untuk membersihkan organ kewanitaan? “Cukup bersihkan dengan air bersih saat mandi atau sehabis buang air,“ ujarnya.

Selain air, pembersih organ kewanitaan yang paling aman, kata Yasmina, adalah pembersih alami yang berasal dari daun sirih. Rebusan air daun sirih sangat ampuh untuk membunuh bakteri dan kuman yang ada di organ kewanitaan. “Rebusan daun sirih adalah antibiotik alami yang paling dianjurkan saat ini,“ ujarnya.

CHETA NILAWATY | DWI WIYANA