MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini196
mod_vvisit_counterKemarin591
mod_vvisit_counterMinggu ini2200
mod_vvisit_counterBulan ini14344
mod_vvisit_counterSemua925031

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Herbal-herbal Penurun Kolesterol
Penyakit jantung koroner dua kali lebih besar mengancam orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg persen dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah 240 mg persen.

Kolesterol adalah komponen asam lemak yang terdapat dalam darah. Zat ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses-proses tertentu bagi kelangsungan hidup. Di antaranya untuk membentuk hormon, membentuk sel, dan merawat sel-sel saraf.

Tetapi, dalam jumlah berlebih kolesterol menjadi ancaman serius bagi tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian. Penyakit yang disebabkan kolesterol adalah aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, dan hiperkolesterolemia.

Kadar kolesterol dalam darah bisa diatasi dengan pengobatan secara tradisional dengan memakai aneka tumbuhan yang banyak hidup di Indonesia. Praktik ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Yang biasa dimanfaatkan untuk pengobatan kolesterol tinggi adalah daun jati belanda (Guazuma ulmifolia), kemuning (Murraya paniculata), dan tempuyung (Sonchus arvensis).
Tidur Untuk sehat dan awet muda PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Kesehatan - Kebugaran
Tidur sehatAktivitas tidur sudah merupakan hal yang sangat rutin, kita cenderung mengabaikannya, sampai suatu ketika kita mengalami gangguan tidur. Dalam keadaan demikian, barulah kita merasakan betapa pentingnya tidur.Ketika tidur, tubuh memusatkan sebagian besar energinya untuk proses penyerapan dan asimilasi zat makanan, regenerasi sel, juga detoksifikasi. Jadi, kurang tidur akan menghambat
proses tersebut dan mengganggu metabolisme tubuh.
Tidur juga sangat penting untuk memulihkan kondisi mental. Kurang tidur bisa membuat orang linglung, begitu menurut Sean Drummond, peneliti ilmu kedokteran tidur (sleeping medicine) dari University of California, USA. Jika seseorang terjaga sepanjang 21 jam tanpa tidur, kemampuan
kognitifnya anjlok. la pun bisa sempoyongan seperti mabuk.Berita baiknya, kondisi itu bisa berlaku sebaliknya. Bahwa beberapa jam tambahan tidur nyenyak pada malam hari atau siang bisa memperbaiki konsentrasi yang menjadi dasar kemampuan kognitif seseorang. Jadi hanya dalam keadaan tidur nyenyaklah tubuh mampu menyembuhkan dan mempertahankan kesehatannya.

Bukan hanya insomnia
Sampai saat ini kasus insomnia atau kurang tidur merupakan gangguan tidur yang paling banyak dikeluhkan sehingga topik ini menjadi bahasan penting dalam KonferensiNasional Psikoterapi Ill, yang baru lewat pada awal Mei 2010 lalu di Jakarta. Angka prevalensi insomnia di Indonesia menurut penyelenggara konferensi adalah 10% dari jumlah penduduk,sementara di Amerika 10-15%. Tingginya angka kejadian disini disebabkan karena penanganan insomnia belum memadai (Tempo, 16 Mei 2010). Ahli kesehatan tidur, Dr Andreas Prasadja, RPSGT dari Klinik Gangguan Tidur (Sleep Disorder Clinic), Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta, menyatakan yang lebih penting diwaspadai sekarang ini bukan sekadar gejala insomnia, namun hipersomnia (serangan kantuk berlebihan) yang bisa berakibat fatal dan mematikan. Banyak penderita tidak menyadarinya.

Contohnya kasus berikut ini. Hendro (bukan nama sebenarnya}, 45 tahun, justru menderita serangan kantuk berlebihan setiap hari, meski pada malam hari sudah berusaha untuk tidur 7-8 jam. Pria yang berprofesi sebagai wartawan sebuah koran di Jakarta ini beberapa kali terlena dan mendengkur
di tengah rapat. Bukan hanya dalam rapat saat dirinya pasif, pada saat Hendro berbicara di telepon, bahkan saat mengemudikan mobil, dia bisa tiba-tiba tertidur sehingga nyaris terjadi kecelakaan beberapa kali. Setelah menjalani serangkaian diagnosa meliputi observasi tidur semalam dalam sebuah sleeping laboratory,barulah diketahui bahwa kualitas tidurnya sangat buruk. Dari hasil rekaman alat polisomnografi (PSG, alat perekam aktivitas tubuh selama tidur) terlihat dari 8 jam aktivitas tidur semalam, Hendro dan organ-organ tubuhnya hanya mendapat sekitar 30 menit waktu tidur yang berkualitas. Selebihnya, tubuh berikut organ-organ tubuh Hendro tidak tidur dan istirahat karena gangguan pernapasan (baca: mendengkur) sepanjang malam. ltulah sebabnya, setiap bangun pagi Hendro tidak pernah merasa segar, bahkan selalu mengantuk karena meski mata tertutup tubuh dan organ-organ tubuh tidak beristirahat. Akibatnya gangguan tidur ini bisa berdampak pada peningkatan tekanan darah, kadar kolesterol, obesitas, serta peluang timbulnya diabetes, stroke ataupun serangan jantung koroner. "Jadi, yang paling perlu mendapat perhatian, bukan kurang tidur tetapi serangan kantuk berlebihan (hipersomnia) yang antara lain disebabkan oleh sleep apnea (yang ditandai dengan tidur mendengkur) atau henti napas saat tidur," begitu menurut Dr Andreas Prasadja.

Kurangnya informasi dan pandangan umum masyarakat di sini bahwa mendengkur hanya kebiasaan memalukan dari tidur,menyebabkan kasus henti napas ini tidak pernah secara tuntas dikonsultasikan kepada ahlinya. Apalagi disembuhkan.Banyak kejadian serangan stroke di kamar mandi pada pagi hari, tidak bisa dianggap hal yang biasa. llmu kedokteran tidur menengarainya sebagai kemungkinan kualitas tidur yang sangat buruk pada malam sebelumnya. Penderita mengalami gangguan henti napas yang menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah yang drastis pada saat menjelang pagi. Hasil rekaman aktivitas tidur seorang penderita sleep apnea yang dibuat oleh Dr Andreas, memperlihatkan pasien yang bersangkutan mengalami henti napas 65 kali setiap jam. Pasokan oksigen otak pun menurun sampai tingkatan terendah mencapai 53% (dibanding 96-98% pada saat normal). lni akan berefek melemahnya kerja jantung yang mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan yang lebih berat, bahkan fatal. Cukup mengerikan, karena selama dalam kondisi tidur yang diinterupsi oleh henti napas ini, pasien merasa tetap pulas tanpa menyadari bahwa dirinya mendengkur. Tanpa pemeriksaan dengan PSG, gejala seperti ini sulit diungkap.

Ada apa di dalam tidur??
Sejak 50 tahun terakhir misteri tentang tidur baru mulai terkuak, dipicu oleh Eugene Aserinsky, PhD dan pembimbingnya, Nathaniel Kleitman, PhD, dokter ahli jiwa dari University of Chicago yang sangat tertarik pada mimpi. Mereka menemukan adanya fase tidur lelap, Rapid Eye Movement (REM) dan terjadinya mimpi dalam fase ini. Minat dua orang jenius ini selanjutnya menggiatkan penelitian-penelitian berikutnyq. Tahun 1970 diperkenalkan alat PSG oleh Prof William C. Dement, yang dikenal sebagai Bapak llmu Kedokteran Tidur.Perekaman aktivitas otak memperlihatkan bahwa selama tidur, pikiran seseorang tidak beristirahat secara total.Tidur terdiri dari 2 tahap, yang disebut Non-REM dan REM. Non-REM dibagi lagi menjadi 3 tahapan dari N1 hingga N3.Pola tidur yang ideal menurut Dr Andreas Prasadja adalah jika dicapai tahap N1- 5%, N2-50%, N3 20-25%, serta REM berat beban kerja otak makin banyak diperlukan waktu tidur dibandingkan mereka yang hidupnya lebih santai.-20-25%.
 
Berapa lama kecukupan tidur?
Orang dewasa sehat jika diberi kesempatan tidur dalam waktu yang tidak terbatas, akan tidur rata-rata antara 8-8.5 jam sepanjang malam. Namun kebutuhan tidur masing-masing orang akan berubah sepanjang tahun sesuai perjalanan umur.
Bayi yang sedang mengalami pertumbuhan sel yang menyeluruh, membutuhkan waktu tidur lebih panjang
dibanding orang dewasa yang pertumbuhan selnya berkurang. Remaja yang juga dalam masa pertumbuhan membutuhkan waktu tidurlebih banyak dibanding orang yang lebih tua. Semakin sedikit aktivitas sehari-hari, semakin sedikit tidur yang diperlukan untuk perbaikan jaringan yang aus setelah beraktivitas. Rata-rata, bayi yang baru lahir akan tidur 16-18 jam, sedangkan anak-anak pada masa sekolah 10-12 jam sehari semalam, sedangkan remaja sekitar 9 jam. Adanya perubahan hormonal pada remaja akan mengubah siklus menjadi tidur lebih malam. Beban kerja otak juga bisa menjadi
penentu kebutuhan tidur seseorang. Semakin berat beban kerja otak makin banyak diperlukan waktu tidur dibandingkan mereka yang hidupnya lebih santai.

Harmon dan aktivitas tidur
Selain aktivitas gelombang otak, dalam fase tidur berlangsung aktivitas hormonal yang memungkinkan sistem tubuh bekerja secara sinergi dan menjadikan tidur sangat bermanfaat bagi penyembuhan dan peremajaan diri, demikian penjelasan dokter ahli naturopati, Dr Amarullah H. Siregar, DIHom, DNMed, PhD. Alam semesta telah mengatur cara kerja sistem hormon kita secara harmonis. Berdasarkan jam biologis tubuh,orang dewasa dengan aktivitas normal, saat matahari mulai tenggelam dan dengan munculnya gelap, tubuh akan memicu produksi hormon melatonin. Fungsi hormon yang dijuluki hormon tidur ini sebenarnya untuk mengantar kita masuk ke fase relaks. Setelah sekitar 3 jam melatonin beraksi, ia lalu menggertak sekresi serotonin, yaitu neurotransmitter yang kian memantapkan perjalanan kita menuju alam tidur. Serotonin mulai memunculkan rasa kantuk pada jam 22 hingga hampir tengah malam. Efek lain serotonin adalah melindungi sel-sel sarat agar tidak terprovokasi oleh hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres. Bisa dipahami jika orang yang kurang tidur pada malam hari, menjadi uring-uringan karena meningkatnya hormon kortisol tanpa ada peredamnya.
Seretonin juga berdampak meningkatkan sensitivitas hormon insulin (hormon yang bertanggungjawab pada metabolisme gula darah). Seperti dirigen dalam sebuah orkestra, insulin berdampak pada meningkatnya risiko obesitas, peluang mendapatkan diabetes, membumbungnya kadar kolesterol dan tekanan darah, serta munculnya gangguan fungsi ginjal, jantung dan sebagainya.
ldealnya sebelum tengah malam kita sudah berada di tempat tidur karena setelah seretonin keluar, lambat namun pasti, tidur kita semakin dalam yang puncaknya akan tercapai pada pukul 2-4 pagi saat diproduksi human growth hormone(HGH). Hormon pertumbuhan ini pada orang dewasa lebih
berperan penting dalam menggantikan sel-sel yang aus atau meremajakan sel. Penelitian mutakhir sudah mampu menguak lebih detail bagian HGH yang paling poten dalam proses regenerasi sel, yaitu komponen IGFB3 (insu/ine growth factor binding 3) yang mampu meregenerasi lebih banyak sel sekaligus. Penelitian di Cambridge University yang dilakukan pada para pekerja malam (yang pada jam tersebut masih terjaga) menunjukkan umur sel mereka lebih tua dibanding umur kalender. Sebaliknya apa yang terjadi jika porsi tidur seseorang berlebihan, sebagaimana kasus hipersomnia yang kini makin banyak terjadi? "Keadaan ini pun tidak sehat karena memperlambat sistem sirkulasi sehingga meningkatkan penumpukan endapan sepanjang pembuluh darah. Efeknya, peredaran zat nutrisi terhambat bahkan tidak sampai ke tujuan. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun sehingga kemungkinan terkena infeksi juga lebih besar. Penelitian menunjukkan, tidur lebih dari 8 jam setiap hari bisa memicu serangan jantung koroner dan stroke," Dr Amarullah H.Siregar menjelaskan sambil mengingatkan kembali prinsip hidup sehat sebagaimana yang dicanangkan American Health Coach Association (asosiasi para pelatih kesehatan ), yaitu adanya keseimbangan antara tiga faktor penting: aktivitas fisik atau olahraga, makanan atau nutrisi yang mendukung, serta tidur yang memadai.
 
Bersiap menuju mimpi indah
Banyak kasus gangguan tidur juga diakibatkan oleh kurangnya persiapan tidur. Bisa jadi orang kurang memahami bahwa untuk mencapai tidur yang berkualitas, tubuh perlu berada dalam kondisi relaks dan nyaman.
Ada beberapa langkah persiapan yang perlu diperhatikan:
• Amati jam biologis tubuh Anda, lalu atur aktivitas sehingga Anda bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup sekitar 8 jam sehari.
• Tujuh jam sebelum tidur, hindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, karena kafein baru bisa bersih dari dalam peredaran darah dalam 7-10 jam setelah dikonsumsi. Sebaiknya, hindari minum kopi setelah jam 14, dan hindari minum minuman mengandung kafein lebih dari 3 kali sehari.
• Salah satu obat pengantar tidur adalah triptofan, yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon seretonin yaitu neurotransmitter yang bisa menciptakan perasaan tenang dan relaks. Komponen asam amino protein triptofan bisa didapat dari nabati dan hewani, dan baru efektif jika dikonsumsi bersama karbohidrat. Pilih jenis karbohidrat alami yang berserat agar tidak mudah menggoncang kadar gula darah,misalnya kacang tanah, oats, pisang dan susu.
• Usahakan sudah selesai berolahraga 3 jam sebelum tidur. Berolahraga renang membuat tubuh lelah sehingga Anda lebih cepat tidur. Sebaliknya olahraga juga akan meningkatkan kadar hormon adrenalin yang menyegarkan otak. Jadi salah besar jika Anda berharap dengan berolahraga bisa segera tidur.
• Sejam sebelum tidur, tinggalkan semua pekerjaan, persiapkan diri Anda untuk tidur. Lakukan aktivitas ringan yang menenangkan dan menyenangkan agar Anda relaks. Contohnya berendam air hangat dengan wewangian lembut, menyalakan burner untuk memanaskan minyak esensial,membaca bacaan ringan, atau sekadar membersihkan wajah dan perawatan ringan sebelum tidur. Buatlah sebuah pojok santai di ruang tidur Anda, misalnya dengan menggelar sebuah sajadah, atau meletakkan sebuah sofa untuk relaks sebagai persiapan tidur.
• Hindari aktivitas yang membuat Anda terlibat secara emosional, misalnya menyaksikan pertandingan tenis di layar TV, atau saling curhat via telepon dengan teman.
• Siapkan minuman hangat dan ringan, misalnya teh chamomile yang menenangkan.
• Hanya naik ke tempat tidur jika Anda sudah mulai mengantuk, dan jangan melakukan aktivitas apa pun selain tidur dan aktivitas seksual. Mestinya tidak ada TV dalam ruang tidur Anda.
• Bubuhkan minyak esensial lavender pada sehelai saputangan, letakkan di bawah bantal untuk membantu Anda semakin relaks.
• Afirmasikan, dengan mengucapkan "semuanya akan berjalan dengan tenang dan nyaman, saya akan menikmati tidur pulas dan menyegarkan malam ini dan malam-malam berikutnya." Selamat datang mimpi yang indah!

Sumber : Majalah Nirmala