MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1197
mod_vvisit_counterKemarin1338
mod_vvisit_counterMinggu ini4911
mod_vvisit_counterBulan ini18851
mod_vvisit_counterSemua1143142

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Garam dan Lemak Pertinggi Risiko Stroke

Garam dan Lemak Pertinggi Risiko Stroke

Penelitian multietnis dari Northern Manhattan Study (NOMAS), menunjukkan bahwa konsumsi tinggi lemak dan garam dalam makanan akan mempertinggi risiko untuk menderita Stroke.

Penelitian yang dilakukan terhadap 3.183 penduduk dengan usia rata-rata 70 tahun, dengan berbagai etnis. Dalam lima tahun, terjadi 142 orang yang menderita stroke.Partisipan itu dibagi dalam 4 kelompok berdasarkan kadar lemak dalam makanan sehari-hari. Jumlah lemak ini dibandingkan dengan kadar lemak yang direkomendasikan oleh American Heart Association, yaitu 65 gram lemak per hari, berdasarkan diet 2.000 kalori. Ini berarti 30% kalori berasal dari lemak.
Sejarah Immunisasi PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Vaksinasi - Immunisasi
Bayangkan dunia tanpa vaksin. Barangkah para pemuda tampan dan perempuan cantik akan mengikuti cara beberapa perempuan Eropa pada abad 18, keluar rumah dengan menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya yang cacat akibat penyakit cacar. Dalam catatan sejarah, penyakit cacar menyerang bangsawan, orang kaya, orang miskin, para koeli, laki laki dan perempuan.
Lady Mary W Montagu (1689-1762 yang dilukiskan sebagai perempuan cantik, istri seorang duta besar salah satu negara Eropa, terkena cacar pada tahun 1715. Selain Lady Montagu, masih banyak anak-anak maupun dewasa terkena penyakit cacar yaitu pada abad sebelum ditemukannya vaksin cacar Seperti halnya pesta Haloween, pada abad tersebut banyak orang menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya yang bopeng akibat sisa-sisa keropeng yang diakibatkan oleh penyakit cacar di wajahnya.
"many high-born ladies including Lady Montagu, be-came severely pock-marked after infection. Some wore a mask when appearing in public *).
Beberapa abad kemudian sejarah dalam bidang kesehatan mencatat sukses pembasmian penyakit cacar atau smallpox dengan tinta emas. Penyakit cacar yang meng-hantui dunia selama berabad-abad, penyakit yang telah membawa kematian ribuan orang Berta apabila survive meninggalkan cacat seumur hidupnya berupa bopeng pada wajah, kini sudah tidak ada lagi dipermukaan bumi. Tanggal 8 Mei 1980 adalah merupakan hari bersejarah. Pada tanggal tersebut eradikasi atau pembasmian penyakit cacar atau smallpox eradication, secara resmi sudah tercapai. Virus penyebab penyakit cacar kini hanya tinggal kenangan, tersimpan dalam arsip laboratorium di beberapa negara di dunia, dengan penjagaan yang amat ketat. Kenapa dijaga ketat? Karena akhir-akhir ini datang kekhawatiran bebe¬rapa pihak, bahwa virus penyebab cacar dapat disalah¬gunakan.
Penyakit kedua yang hendak dilenyapkan dari per-mukaan bumi adalah polio. Penyakit kelumpuhan yang juga telah menghantui dunia selama berabad-abad, ditargetkan untuk dilenyapkan dari muka bumi pada tahun 2008. Kemungkinan besar ada penyakit ketiga yang menunggu giliran untuk dimusnahkan, yakni penyakit campak atau measles. Penyakit ini merupakan ancaman kematian pada anak-anak di seluruh dunia khususnya pada negara ber¬kembang. Upaya pemusnahan penyakit secara sistematis, menggunakan upaya imunisasi.