MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini49
mod_vvisit_counterKemarin580
mod_vvisit_counterMinggu ini49
mod_vvisit_counterBulan ini12193
mod_vvisit_counterSemua922880

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Bagaimana Caranya Mengendalikan Kolesterol?

Kolesterol diketahui sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan, seperti hipertensi, gangguan jantung, hingga stroke. Sebenarnya kolesterol merupakan unsur yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika kadarnya berlebihan di dalam tubuh akan menyebabkan berbagai penyakit.

Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Penyakit Dalam - Diabetes

Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus

Menurut WHO, definisi diabetes melitus didasarkan pada pengukuran kadar glukosa dalam darah. Dari definisi ini didapatkan dua kelompok,yaitu kelompok diabetes melitus tipe 1 yang tergantung insulin clan kelompok diabetes tipe 2 yang tidak tergantung insulin.

Transportasi glukosa dan peran insulin Glukosa masuk ke dalam sel dapat melalui dua cara, difusi pasif clan transport aktif. Secara difusipasif, masuknya glukosa tergantung pada perbedaan konsentrasi glukosa antara media ekstraseluler clan di dalam sei. Secara transport aktif, insulin berperan sebagai fasilitator pada jaringan jaringan tertentu.Insulin merupakan hormon anabolik utama yang meningkatkan cadangan energi.

Pada semua sel,insulin meningkatkan kerja enzim yang mengubah glukosa menjadi bentuk cadangan energi yang lebih stabil (glikogen).Kekurangan insulin pada jaringan yang membutuhkannya (jaringan adipose, otot rangka, otot jantung, otot polos) dapat mengakibatkan sel kekurangan glukosa sehingga sel memperoleh energi dari asam lemak bebas dan menghasilkan metabolitketon (ketosis).

Pada jaringan yang tidak membutuhkan insulin (hati, saraf, otak, ginjal, mata dan saluran pencernaan), kondisi hiperglikemia ini menyebabkan sel menerima glukosa terlalu banyak dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

 

Diabetes melitus Tipe 2 Pada penderita DM tipe 2, terdapat tiga kondisi abnormal yang mungkin dimiliki.

  1. Pertama, mutlak kekurangan insulin dalam arti sekresi hormon insulin berkurang karena kerusakan sel-sel beta pankreas.
  2. Kedua, relatif kekurangan insulin dimana sekresi insulin tidak mencukupi dengan adanya kebutuhan metabolisme yang meningkat (misalnya pada pasien yang kelebihan berat badan).
  3. Ketiga, resisten terhadap insulin clan hiper insulinemia karena penggunaan insulin perifer yang kurang sempurna.Sekitar 75 % penderita DM tipe 2 mempunyai kelebihan berat badan clan pada seperempatpenderita diabetes, hiperglikemia yang dideritanyacukup diatasi dengan menurunkan berat badan.
Di Indonesia lebih jarang dijumpai penderita diabetes melitus dengan kelebihan berat badan.Diabetes melitus tipe 2 tidak sama dengan sindromX. Sindrom X dan diabetes tipe 2, keduanya mempunyai cacat pada jaringan otot dan adipose,yaitu resistansi insulin. Meskipun demikian, hanyas ejumlah kecil penderita resistansi insulin (sindrom X) yang berkembang menjadi diabetes tipe 2, hal ini terjadi bila penderita tersebut tidak dapat mensekresi insulin dalam jumlah besar sehingga terjadi hiperglikemia (peningkatan kadar gula dalam darah).
Resistansi insulin adalah ketidakmampuan insulin dalam mengatur transport glukosa dari darah kedalam sel. Penyebab resistansi insulin belum diketahui, tetapi ada sesuatu yang menarik, yaitu hubungannya dengan faktor genetik clan gaya hidup.
Referensi : Rasinoal - Media informasi peresepan rasional bagi tenaga kesehatan Indonesia