MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini192
mod_vvisit_counterKemarin591
mod_vvisit_counterMinggu ini2196
mod_vvisit_counterBulan ini14340
mod_vvisit_counterSemua925027

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Herbal-herbal Penurun Kolesterol
Penyakit jantung koroner dua kali lebih besar mengancam orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg persen dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah 240 mg persen.

Kolesterol adalah komponen asam lemak yang terdapat dalam darah. Zat ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses-proses tertentu bagi kelangsungan hidup. Di antaranya untuk membentuk hormon, membentuk sel, dan merawat sel-sel saraf.

Tetapi, dalam jumlah berlebih kolesterol menjadi ancaman serius bagi tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian. Penyakit yang disebabkan kolesterol adalah aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, dan hiperkolesterolemia.

Kadar kolesterol dalam darah bisa diatasi dengan pengobatan secara tradisional dengan memakai aneka tumbuhan yang banyak hidup di Indonesia. Praktik ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Yang biasa dimanfaatkan untuk pengobatan kolesterol tinggi adalah daun jati belanda (Guazuma ulmifolia), kemuning (Murraya paniculata), dan tempuyung (Sonchus arvensis).
Gizi dan makanan sehat PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Gizi - Gizi


VITAMIN DAN MINERAL adalah zat utama bagi kesehatan tubuh. Ada bermacam jenis vitamin dan mineral, seperti Vitamin A, B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B12, Biotin, Chofin, Asam Folat & Inositol), C,D, E, Kalsium, Florida, Vodium, Zat Besi, Kalium Natrium, dan sebagainya. Jumlah kebutuhan yang disarankan untuk setiap hari, berbeda pada setiap orang, tergantung pada umur dan jenis kelaminnya. Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral adalah dari makanan sehari-hari.


Diet seimbang dengan makanan bervariasi, seperti biji~bijian/sereal, ikan, ayam, .daging, susu, telur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau yang segar,'cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian tubuh tidak lagi membutuhkan tambahan vitamin atau mineral, kecuali pada kea­daan khusus.

 


Perubahan gaya hidup telah membua,t orang mengabaikan diet ini. Namun pada sU!itu saat, ia pasti akan membutuhkan tambahan suplemen vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Pada tahap kehidupan tertentu, seperti kehamilan misalnya, kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral tertentu meningkat.
Pada beberapa kasus, meminum suplemen merupakan cara paling praktis dan efisien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Begitu juga pada usia lanjut, dibutuhkan sejumlah tambahan suplemen karena kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi mulai menurun.


Pada golongan masyarakat perokok yang umumnya hanya mengonsumsi sedikit makanan yang mengandung vitamin, dibutuhkan suplemen vitamin E dan antioksidan untuk membantu tubuh mela­wan kerusakan paru-paru. Begitu juga pada orang yang berolahraga secara berlebihan, mereka memanfaatkan antioksidan untuk menetralisir radikal bebas dala~ tubuhnya agar darah dan tulang persendian mereka tetap sehat.

 

Seorang vegetarian yang menerapkan pola diet khusus (tidak mengonsumsi daging), sulit mendapatkan vitamin maupun mineral secara alami. Agar ia tetap sehat selama menjalani diet hanyalah dengan meminum suplemen. Begitu juga mereka yang menjalani diet penurunan kalori atau diet rendah lemak. Mereka bisa meman­faatkan suplemen multivitamin dan mineral untuk meningkatkan kadar nutrisi yang sebelumnya didapat dari makanan. Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, selenium, dan bioflavonoid, umumnya hanya dikonsumsi untuk mencegah suatu penyakit.