MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini517
mod_vvisit_counterKemarin814
mod_vvisit_counterMinggu ini1331
mod_vvisit_counterBulan ini11334
mod_vvisit_counterSemua1083763

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Cegahlah serangan Jantung mulai sekarang

Selama ini Penyakit Jantung Koroner (PJK) memang umumnya ditemukan di usia tua. Namun kini ada pergeseran kejadian penyakit ini dari usia tua ke usia lebih muda. Kejadian serangan jantung bisa saja terjadi pada kita jika kita tidak menerapkan pola hidup tidak sehat di usia muda.

Rokok Faktor Utama

Hingga saat ini PJK adalah pembunuh nomor satu di dunia. Di Amerika Serikat, satu dari lima orang mati karena penyakit ini. Belakangan angka kejadian penyakit ini juga meningkat di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Di negara kita, penyakit ini pun menduduki ranking satu sebagai penyebab kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO pernah melakukan penelitian dalam sebuah proyek raya yang dinamai Multinational Monitoring of Trends and Determinants in Cardiovascular Disease (MONICA) selama satu dasawarsa, melibatkan populasi dari 21 negara. Kesimpulan penelitian ini: serangan jantung pada usia di bawah 40 tahun sebagian besar (sekitar 80 %) disebabkan oleh salah satu faktor risiko mayor penyakit ini yaitu kebiasaan merokok.

Dalam bahasa medis, serangan jantung lebih dikenal sebagai infark miokard akut (acute myocardial infarction, AMI). Pada kondisi ini, aliran darah ke bagian daerah tertentu di jantung mengalami gangguan sehingga menyebabkan sel-sel jantung pada daerah yang terganggu ini mati. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak lemak pada pembuluh darah arteri jantung yaitu arteria koronaria sehingga menyebabkan penyempitan.
Ketika serangan jantung terjadi, gejalanya antara lain nyeri di dada, terutama pada bagian kiri yang dapat menjalar hingga ke pundak sebelah kiri, sesak napas, mual, muntah, dan keringat dingin. Ada-pun faktor-faktor risiko mayor (penyebab utama) serangan jantung adalah diabetes, merokok, obesitas atau kegemukan dengan indeks masa tubuh lebih dari 30 kg/m2, kadar low density lipoprotein (LDL, kolesterol jahat) tinggi, trigliserida (lemak) tinggi, stres, dan konsumsi alkohol.
Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko penting di kalangan orang muda di bawah 40 tahun. Mengapa begitu? Rokok membantu pembentukan formasi plak lemak pada dinding pembuluh darah terutama pada arteria koronaria di jantung. Dengan kata lain, rokok membuat proses penebalan pembuluh darah menjadi lebih cepat. Itu sebabnya perokok memiliki risiko lima kali lebih besar dibandingkan dengan yang bukan perokok.
Selain rokok, faktor penting lainnya gadalah kegemukan, kebiasaan makan-makanan tinggi lemak dan kolesterol, serta kurang berolahraga. Ini semua faktor penting yang makin sering kita temukan pada orang muda zaman sekarang. Merokok, tubuh gendut, makan tidak terkontrol, jarang berolahraga.
Selain mempengaruhi produktivitas, penyakit jantung juga dapat menyebabkan kematian mendadak. Mati muda. Jika penderita berhasil selamat melewati serangan jantung, maka persoalannya tidak lantas usai. Komplikasi setelah serangan jantung bisa saja menghantui. Salah satu bentuk komplikasi adalah gagal jantung. Dalam kondisi ini, jantung tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Komplikasi lain adalah gangguan kontraksi jantung seperti regurgitasi (gangguan katup jantung) dan aritmia (gangguan denyut jantung). Tak hanya itu, serangan jantung ulangan pun bisa saja terjadi.

 

Pengobatan Seumur Hidup

Terlepas dari perkara komplikasi, pengobatan penyakit ini membutuhkan biaya yang menguras dompet. Selain pengobatan terhadap faktor risiko, diperlukan juga pencegahan dengan obat-obatan yang mungkin harus dikonsumsi seumur hidup. Di Amerika Serikat, penyakit ini tidak mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan tenaga kerja. Bahkan, sebagian perusahaan besar menolak memperkerjakan orang yang pernah terkena serangan jantung. Pertimbangannya, biaya perawatan kesehatannya tidak sebanding dengan produktivitas kerja yang dihasilkan oleh pasien ini. Bisa dibayangkan jika ini terjadi pada kita. Ditolak bekerja di usia produktif. Salah satu metode pengobatan yang paling populer untuk mencegah terjadinya serangan ulangan adalah operasi bypass. Operasi ini inembutuhkan biaya yang terhitung cukup mahal untuk kebanyakan orang Indonesia, minimal Rp 150 juta. Ini belum termasuk obat-obatan selama perawatan berikut obat pascaoperasi. Selain operasi bypass, metode lain untuk pencegahan serangan ulangan adalah pemasangan cincin stent, angioplasti balon, dan transplantasi jantung. Metode terakhir ini belum bisa dilakukan di Indonesia.

Handphone dan Resiko Bagi Pemakainya PDF Cetak Email
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Penyakit Umum - Umum

efek hPHandphone atau telepon selulair saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan penting manusia. Tak hanya buat masyarakat diperkotaan tapi juga sampai ke pelosok desa. Salain unuk komunikasi, juga berkaitan dengan gaya hidup. Makin mahal ponselnya, kian manik gensi pemakainnya. Tapi masih belum banyak yang tahu bahwa sang ponsel bisa membahayakan pemakainnya. Hal ini sebetulnya memang bukan temuan baru. Kecurigaan para pakar terhadap dampak buruk HP telsh ada sejak awal.

BISA PICU TUMOR OTAK ANAK.

Salah satu sisi negatif pengguna Handphone sudah banyak dibicarakan dan diperdebatkan. Misalnya, seperti isu terlkait penggunaan handphone yang salah dapat memicu kanker dan tumor otak. Perang debat ini rupannya belum usai, yang terbaru  datang dari Iternational EMF( Electromagnetic Field) Collaboration.

Dalam laporan setebal 37 halaman yang ditulis kelompok peneliti international tersebut, mereka mengakui adanya kemungkinan munculnya penyakit ganas ini akibat terstimulasi penguna handphone . Terlebih bagi anak-anak . Kelompok ini mendukung pembatasan penggunaan alat komunikasi ini dikalangan anak dibawah umur, seperti yang telah dijalankan dibeberapa negara Eropa yang memiliki perhatian khusus terhadap isu ini.

"Beberapa negara telah melarang penggunaan telepon gengam  atas dasar kesehatan. Salah satunya adalah Perancis. Murid taman kanak=kanan hanya boleh menggunakan  telepon gengam unutk kirim SMS" ujar salah seorang penulis laporan. Lloyd Morgan. Dilanjutkannya, kehadiran telepon gengam  tak bisa memungkiri memeng sangat berguna  bagi kehidupan manusia. "Namun yang saya takutkan  nanti akan terjadi gelombang "Tsunami" tumor otak, meski masih terlalu cepat untuk memantaunya sekarang, karena tumor memiliki 30 tahun latensi"ungkap Morgan.

 

Namun kekhawatiran   intu langsung dibantah oleh kelompok yang mewakili industri Wireless dan produsen telepon gengam. John Wal, vice president Public Affaira TIA mengatakan, sejumlah organisasi kesehatan telah manmpik isu perangkat wireless yang ditakutkan jadi memicu tumor. "American Cancer Society, the national cancer Administration , telah meyakinkan bahwa  peranngkat wireless  aman bagi kesehatan" tuturnya.

TULANG PINGUL KEROPOS.

Selain bisa memicu tumor otsk anak, ternyata HP juga dituding sebagai penyebab tulang keropos. Sebuah studi yang dilakukan  di Turki  menyebutka, menaruh HP dekat wilayah pinggul  dapat mangurangi kepadatan tulang di area Pelvis  yang umum dipakai untuk pencangkokan tulang. Menurut tim dari Suleyman Demirel dari Universitas  di Isparta Turki, hal ini bisa terjadi karena bidang elektromagnetik yang diemisikan oleh telepon sesulair membahayakan kepadatan tulang. Karena itu mereka menghimbau agar HP masa depan bisa mengurangi paparan bidang electromagnetik  terhadap penggunaannya.

Dalam studinya para peneliti menggunakan X-ray absorptiometry unutk mengukur kepadatan tulang bagian lingkar   atas  pelvis  atau iliac wings pada 150 pria yang memiliki kebiasaan menaruh ponsel diikat pinggang mereka. Rata-rata mererka terbiasa melakukan hal itu sekitar 15 jam  sehari  dan telah menggunkan HP selama 6 tahun. Hasilnya ditemuka, para partisipan itu mengalami penurunan kepadatan tulang pada  sisi pelvis  yaitu tempat mereka biasa membawa HP. Tapi, perbedaannya ternyata tak terlalu signifikan secara statistik dan tidak mendekati  batas  penurunan kepadatan tulang jika dibandingkan dengan  penderita osteoporosis. Perlu diketahui juga bahwa para partisipan tersebut relatif masih muda, rata-rata berusia 32 tahun. Nah diprediksi penurunan kepadatan tulang akan terus berlanjut seiring pertambahan umur mereka.

"Saran kami, ada baiknya mulai menghilangkan kebiasaan itu. Pastikan ponsel anda berada jauh dari tubuh." Kata Dr. Tolga Atay. Iliac wings dan pelvis digunakan secara luas  untuk mencangkok tulang. Artinya, pengurangan kepadatan tulang  akan mempengaruhi operasi konstruksi. Dalam proses dimana kepadatan tulang sangat penting untuk mendapatkan hasil yang baik, dokter bedah harus mempertimbangkan efek paparan bidang elektomagnetik sang HP.

Jadi, mulai sekarang jangan coba-coba mengantungkan HP didaerah pinggang. Soalnya bisa brabe..

Sumber: Placebo.