MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini188
mod_vvisit_counterKemarin591
mod_vvisit_counterMinggu ini2192
mod_vvisit_counterBulan ini14336
mod_vvisit_counterSemua925023

Domain dan Hosting

Klik Disini

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Makanan Alami Penurun Kolesterol
UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT dari buah dan sayur secara optimal, perlu diperhatikan cara pengolahan, lama pemasakan, dan panas yang digunakan, agar zat penting yang terkandung di dalamnya tidak hilang. Begitu pula dalam mengupas buah, sebaiknya tidak terlalu banyak bagian kulit yang dibuang karena di sekitar permukaan kulit banyak terkandung vitamin dan mineral penting. Beberapa buah bahkan dianjurkan untuk dimakan bersama kulitnya, seperti apel, jambu biji, dan pir. Buah dan sayur secara alami tidak banyak mengandung lemak dan bebas kolesterol. Hanya durian dan alpukat yang memiliki kadar lemak.

ALPUKAT
Walau mengandung lemak cukup tinggi, alpukat dapat menurunkan kolesterol darah. Pada responden yang mengonsumsi 1-1,5 buah alpukat per hari, kadar kolesterolnya turun dari 236 menjadi 217. Sebaiknya alpukat dikonsumsi tanpa menambahkan bahan penyerta yang justru akan meningkatkan kadar lemaknya.

ANGGUR
Anggur yang mengandung zak pektin cukup tinggi juga berpotensi menurunkan kadar kolestero/ dalam darah. Zat ini bermanfaat dalam mengatasi penyumbatan aorta. Mengonsumsi buah anggur setiap hari, cukup memperoleh manfaat yang diharapkan.

KEDELAI
Semua makanan yang berbahan dasar kedelai, baik untuk kesehatan. Berbagai produk kedelai membuktikan bahwa makanan tersebut dapat mengurangi kadar kolesterol. Kenyataan membuktikan, setelah 1 %-3 bulan mengganti protein hewani dengan protein kacang kedelai, kadar kolesterol darah rata-rata menurun hingga 9,3 persen. Para ahli yakin, mengonsumsi protein kedelai antar 31-47 gram setiap hari, mampu menekari konsentrasi kolesterol serum dan kolesterol LDL secara nyata. Namun, kemampuan protein kedelai untuk menurunkan tergantung kadar kolesterol awal seseorang. Mereka yang kadar kolesterolnya rendah (di bawah 250 mg/dL) , mengonsumsi protein kedelai hampir tidak ada pengaruhnya.

Dibanding kedelai mentah, hasil olahan seperti tempe memiliki nilai lebih. Selama proses fermentasi dari kedelai menjadi tempe, terjadi produksi enzim fitase oleh kapang tempe (Rhizopus sp). Enzim ini memecah fitat yang bersifat merugikan (mengikat beberapa mineral sehingga tidak dapat dimanfaatkan tubuh secara optima). Tempe mengandung antioksidan yang dapat menghambat oksidasi kolesterol LDL darah dan intitrasi lemak atau LDL teroksida ke dalam jaringan pembuluh darah. Ini dapat mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah yang memicu timbulnya penyakit jantung koroner.
Newsfeeds
Indonesia luncurkan vaksin Pentavalent, pertama di Asia Tenggara PDF Cetak Email
Berita - Latest

Indonesia merupakan negara ke-5 dan merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan Pentavalent...

Jakarta (ANTARA News) - PT Bio Farma (Persero) menjadi produsen pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan vaksin Pentavalent atau DPT HIB pada akhir tahun ini. Capaian itu juga menempatkan Indonesia menjadi negara kelima di dunia yang mellakukan hal itu.

Sekretaris Direktorat Pemasaran Bio Farma, Deden Margawaluya, menyatakan, "Indonesia merupakan negara ke-5 dan merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan Pentavalent," ujarnya di sela-sela Pameran/EXPO Pembangunan Kesehatan, pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2012 di Jakarta, Kamis.

Vaksin dasar yang mampu mencegah lima penyakit seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis serta polio ini, rencananya juga akan dipasarkan ke luar negeri, namun masih harus melalui proses sertifikasi prakualifikasi dari WHO.

Sementara untuk pasar dalam negeri, Pentavalent sudah akan mulai disosialisasikan kepada badan-badan kesehatan dan masyarakat luas.

Secara nasional distribusi vaksin ini dilakukan Kementerian Kesehatan, sedangkan di tingkat provinsi oleh dinas kesehatan masing-masing.

"Sektor swasta juga diperlukan untuk mencapai kekurangan-kekurangan yang ada di Dinas Keseharan Kabupaten atau outlet-outlet kesehatan serta rumah sakit," ujarnya.

Deden mengatakan bahwa saat ini, Pentavalent sedang menjalani proses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum memasuki tahap sosialisasi.

 

Sumber : antaranews.com

 
CARA AMAN MEMBERSIHKAN ORGAN KEWANITAAN PDF Cetak Email
Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 
Berita - Latest
Wanita tak disarankan menggunakan tisu setelah buang air kecil. lebih baik menyiapkan handuk kecil sendiri.

Saban kali ke kamar kecil, Citra selalu menyempatkan diri mengeringkan organ kewanitaannya dengan tisu kering. Bahkan saat ke luar rumah, tak jarang wanita 33 tahun ini menyiapkan tisu sendiri untuk berjaga-jaga jika di toilet yang ia masuki tak tersedia tisu. Alasan di balik penggunaan tisu kering sangat sederhana, yakni menghindari kelembapan akibat sisa-sisa air yang baru saja dipakai untuk membersihkan organ penting tersebut. Maklum, kelembapan berpotensi mengundang masalah, termasuk datangnya jamur yang bikin gatal dan tak nyaman.

“Kalau cairan pembersih khusus seperti yang banyak diiklankan, saya enggak pernah menggunakan,“ kata wartawati di sebuah stasiun televisi swasta ini. “Alhamdulillah, saya tidak punya masalah dengan organ kewanitaan,“ ujar Citra, menambahkan.

Kebiasaan menggunakan tisu kering yang tersedia di toilet milik perkantoran atau pusat-pusat perbelanjaan tentu bukan hanya dilakukan Citra. Banyak wanita melakukan kebiasaan yang sama. Adapun cairan pembersih khusus biasanya digunakan setelah kaum Hawa selesai mandi. Padahal, menurut Yasmina Ismail, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, kebiasaan seperti itu tak baik untuk kesehatan organ kewanitaan.

“Tisu terbuat dari serat yang rapuh dan mudah luruh, sehingga bisa menempel ke organ kewanitaan,“ kata dia, saat membahas masalah kesehatan organ kewanitaan di kantor Tempo, di Palmerah, Jakarta, Jumat lalu. Dalam waktu 4 jam, ia menambahkan, “Bagian tisu yang luruh atau rapuh tersebut bisa menjadi media yang baik bagi perkembangan jamur dan bakteri. Itu justru berbahaya bagi kesehatan organ kewanitaan.“

Tidak hanya sifat bahannya yang rapuh, tisu juga mengandung bahan kimia berupa pemutih. Bahan ini bisa bereaksi di dalam vagina, sehingga penggunaan yang terlalu sering berpotensi membahayakan organ tersebut. “Lebih baik mengeringkan organ kewanitaan dengan handuk,“ ujar Yasmina.

Handuk memiliki kelebihan, yakni seratnya yang tidak mudah luruh laiknya tisu. Karena itu, tidak ada salahnya bila perempuan membawa persediaan handuk kecil demi kebersihan organ kewanitaannya, meski harus diakui, kata Yasmina, “Membawa handuk kecil lebih dari satu cukup merepotkan.“

Selain kebiasaan menggunakan tisu setelah buang air kecil, kebiasaan menggunakan cairan pembersih vagina untuk membersihkan organ kewanitaan juga harus dihindari.
Maklum, menurut Yasmina, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah ihwal apakah cairan pembersih vagina tersebut higienis dan steril. “Yang cukup mengherankan, masih banyak yang iklan cairan pembersih vagina yang mengaku higienis dan steril,“ ujarnya.

Menurut dia, bahan kimiawi yang terkandung dalam cairan pembersih vagina juga tak seluruhnya dicantumkan dalam kemasan. Padahal ada beberapa zat, seperti pewarna dan pewangi, yang menurut Yasmina justru tidak baik bagi kesehatan. “Satu zat kimiawi yang pasti dicantumkan cairan pembersih vagina adalah povidone iodine. Lalu sisanya apa, kita tidak tahu,“ ujar Yasmina.

Agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari, ia menganjurkan agar perempuan tidak menggunakan cairan pembersih vagina. Apalagi, keseimbangan asam-basa antara cairan pembersih dan vagina sangat berbeda. “Keasaman vagina 3, sedangkan cairan pembersih itu bukan asam, melainkan basa. PHnya bisa sampai 7,“ ujar Yasmina.

Dengan keadaan asam-basa yang jauh berbeda ini, cairan pembersih tidak akan membersihkan bakteri dengan baik. Cairan itu justru menghilangkan sel berguna yang ada di dalam organ kewanitaan. Lalu apa langkah terbaik untuk membersihkan organ kewanitaan? “Cukup bersihkan dengan air bersih saat mandi atau sehabis buang air,“ ujarnya.

Selain air, pembersih organ kewanitaan yang paling aman, kata Yasmina, adalah pembersih alami yang berasal dari daun sirih. Rebusan air daun sirih sangat ampuh untuk membunuh bakteri dan kuman yang ada di organ kewanitaan. “Rebusan daun sirih adalah antibiotik alami yang paling dianjurkan saat ini,“ ujarnya.

CHETA NILAWATY | DWI WIYANA
 
Vaksin Di Indonesia Halal PDF Cetak Email
Berita - Latest

Yogyakarta (ANTARA News) - Vaksin yang digunakan untuk imunisasi bayi dan anak balita di Indonesia sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia, kata epidemiologis medis Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Julitasari Sundoro.

"Vaksin yang diproduksi PT Bio Farma (Persero) Bandung itu sudah mendapatkan fatwa halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga aman digunakan untuk imnunisasi bayi dan anak balita," katanya usai seminar "Imunisasi Lumpuhkan Generasi? (Pro Kontra Imunisasi di Indonesia)", di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, vaksin yang diproduksi Bio Farma itu adalah BCG, difteri, pertusis, tetanus (DPT), polio oral, hepatitis B, dan campak. Vaksin tersebut telah mendapatkan prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Baca selengkapnya...
 
Hati-hati! Racun BPA di Struk Pembayaran PDF Cetak Email
Berita - Latest


Vera Farah Bararah – detikHealth


Washington, Ancaman bahan beracun dalam bahan plastik yang dikenal dengan BPA (Bisphenol-A) terus berlanjut. Jika dulu yang diwaspadai hanya botol susu dan botol minuman, kini ancaman BPA juga terdapat pada struk pembayaran.


Studi terbaru menemukan bahwa struk pembayaran mengandung kadar bisphenol A (BPA) yang tinggi. Dalam penelitian terbaru ini baru pada kertas struk pembayaran di negara Amerika, namun diduga di negara lain pun tidak jauh berbeda.

Tim dari AS menguji struk pembayaran yang terbuat dari kertas termal yang dikumpulkan dari 22 pusat belanja dan kafe di Amerika. Peneliti menemukan separuh dari kertas tersebut mengandung kadar BPA dalam jumlah besar. BPA yang digunakan ini untuk membuat tinta agar terlihat pada struk pembayaran termal.


Zat kimia yang menyerupai hormon estrogen pada perempuan ini diketahui dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan, terutama untuk anak-anak muda.

Baca selengkapnya...
 
Tempat Tak Terduga Favorit Bakteri PDF Cetak Email
Berita - Latest

KOMPAS.com — Karena ukurannya yang renik, kuman dan bakteri tidak bisa kita lihat, sentuh, atau cium baunya. Namun, sebersih apa pun suatu benda terlihat, bisa dipastikan bahwa benda itu dipenuhi bakteri, termasuk di permukaan kulit kita. Faktanya, bakteri memang ada di mana-mana. Cermati tempat-tempat tak terduga berikut, tempat favorit bakteri bersarang.


Menu restoran

Mungkin Anda mengira tangan Anda cukup bersih sebelum duduk di meja restoran. Namun, apakah tangan Anda sudah dicuci saat makanan terhidang di meja Anda? Penting diketahui bahwa menu restoran banyak mengandung kuman karena banyaknya tangan yang sudah menyentuhnya.


Tas kosmetik

Bila Anda bukan orang yang gemar berbagi kosmetik dengan orang lain, maka jumlah bakteri yang menghuni tempat kosmetik Anda akan minimal. Lain halnya jika Anda sering tukar-menukar alat kosmetik dengan orang lain. Itu sebabnya, biasakan mencuci tangan sebelum mengaplikasi kosmetik ke wajah Anda.

Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>

Halaman 1 dari 2