MENU UTAMA

VAKSINASI

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini126
mod_vvisit_counterKemarin277
mod_vvisit_counterMinggu ini403
mod_vvisit_counterBulan ini9839
mod_vvisit_counterSemua1667885

Newsflash

Penyakit Flu Burung dan Buah Merah

Penyakit flu burung merupakan penyakit yang menyerang pada unggas.

Gejala unggas yang terkena penyakit ini adalah mengalami demam yang tinggi lalu mengakibatkan kematian.

Obat untuk menyembuhkan penyakit ini sebenarnya sudah ditemukan yaitu vaksin AI ( Avian Influenza).

Bila penyakit ini menyerang peternakan unggas, maka akan berakibat fatal, karena semua unggas yang berada dalam peternakan akan tertular semuanya.

Selain dengan vaksin Al untuk pengobatan penyakit tersebut, seorang dosen dari Universitas Cendrawasih Papua yaitu Dr. Made Budi MS.

Telah mengadakan uji melalui sari "Buah Merah" dalam pengobatan flu burung ini dan hasilnya cukup memuaskan yaitu dari 20 ekor ayam yang terkena flu burung 19 ekor mengalami kesembuhan dan hanya 1 ekor yang mati.


Ciri-ciri sari Buah Merah hasil racikan Dr. Made Budi MS yaitu, tidak berbau asam, aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol(0)sampai 0,5. Titik didih sari buah merah rendah.

 
Mahkota Dewa

 

SEJAK ZAMAN DULU Mahkota Dewa digunakan untuk me­nyembuhkan berbagai penyakit, seperti lever, kanker, jantung, ken­cing manis, asam urat, rematik, ginjal, dan tekanan darah tinggi.Sebagai obat luar, buah dan bijinya berkhasiat untuk mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.

Dalam wayang purwo, perdu setinggi 5 meter ini dikeramatkan. Siapa pun yang akan memetik buahnya harus menyembah terebih dahulu. Bagi prajurit yang akan pergi ke medan laga wajib memakan buah ini agar sehat, kuat, dan selamat.


Dulu oleh para bangsawan Jawa, Mahkota Dewa dikenal de­ngan nama Makuto Dewo, Makuto Ratu, atau Makuto Rojo, dan ha­nya bisa dijumpai di lingkungan keraton Jogya dan Solo (orang Cina menamakannya dengan Pau yang artinya obat pusaka). Tetapi ka­rana buahnya besar, sebagian ahli botani lebih suka memberikan nama latin Phaleria Macrocarpa (macro: besar). Asal tanaman ini belum diketahui, namun menilik nama botaninya Phaleria Papuana dan termasuk famili Thymelaceae, diperkirakan tanaman ini berasal dari Tanah Papua, Irian Jaya. Entah bagaimana, dalam 5 tahun ter­akhir ini Mahkota Dewa popular kembali sebagai tanaman obat yang berkhasiat mangobati berbagai penyakit. Popuaritasnya tidak hanya terbatas di daerah Jawa, tetapi meluas hingga ke Malaysia.

Read more text
 

Newsflash

Makanan Alami Penurun Kolesterol
UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT dari buah dan sayur secara optimal, perlu diperhatikan cara pengolahan, lama pemasakan, dan panas yang digunakan, agar zat penting yang terkandung di dalamnya tidak hilang. Begitu pula dalam mengupas buah, sebaiknya tidak terlalu banyak bagian kulit yang dibuang karena di sekitar permukaan kulit banyak terkandung vitamin dan mineral penting. Beberapa buah bahkan dianjurkan untuk dimakan bersama kulitnya, seperti apel, jambu biji, dan pir. Buah dan sayur secara alami tidak banyak mengandung lemak dan bebas kolesterol. Hanya durian dan alpukat yang memiliki kadar lemak.

ALPUKAT
Walau mengandung lemak cukup tinggi, alpukat dapat menurunkan kolesterol darah. Pada responden yang mengonsumsi 1-1,5 buah alpukat per hari, kadar kolesterolnya turun dari 236 menjadi 217. Sebaiknya alpukat dikonsumsi tanpa menambahkan bahan penyerta yang justru akan meningkatkan kadar lemaknya.

ANGGUR
Anggur yang mengandung zak pektin cukup tinggi juga berpotensi menurunkan kadar kolestero/ dalam darah. Zat ini bermanfaat dalam mengatasi penyumbatan aorta. Mengonsumsi buah anggur setiap hari, cukup memperoleh manfaat yang diharapkan.

KEDELAI
Semua makanan yang berbahan dasar kedelai, baik untuk kesehatan. Berbagai produk kedelai membuktikan bahwa makanan tersebut dapat mengurangi kadar kolesterol. Kenyataan membuktikan, setelah 1 %-3 bulan mengganti protein hewani dengan protein kacang kedelai, kadar kolesterol darah rata-rata menurun hingga 9,3 persen. Para ahli yakin, mengonsumsi protein kedelai antar 31-47 gram setiap hari, mampu menekari konsentrasi kolesterol serum dan kolesterol LDL secara nyata. Namun, kemampuan protein kedelai untuk menurunkan tergantung kadar kolesterol awal seseorang. Mereka yang kadar kolesterolnya rendah (di bawah 250 mg/dL) , mengonsumsi protein kedelai hampir tidak ada pengaruhnya.

Dibanding kedelai mentah, hasil olahan seperti tempe memiliki nilai lebih. Selama proses fermentasi dari kedelai menjadi tempe, terjadi produksi enzim fitase oleh kapang tempe (Rhizopus sp). Enzim ini memecah fitat yang bersifat merugikan (mengikat beberapa mineral sehingga tidak dapat dimanfaatkan tubuh secara optima). Tempe mengandung antioksidan yang dapat menghambat oksidasi kolesterol LDL darah dan intitrasi lemak atau LDL teroksida ke dalam jaringan pembuluh darah. Ini dapat mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah yang memicu timbulnya penyakit jantung koroner.
Merokok Tetapi Tetap Sehat PDF Cetak Email
Penilaian User: / 17
TerburukTerbaik 
Penyakit Umum - Umum

rokok-obatTiap tahun jumlah perokok di Indonesia  dan mungkin juga di dunia, bunkannya menurun justru malah bertambah. Peningkatan ini didominasi oleh para "New Smoker", perokok pemula dari kalangan remaja. Beragam acaman kesehatan yang ditujukan kepada para perokok seolah tak mempan.

Sangsi  denda pun kerap kali diakali, agar bisa terus menghisap rokok dilokasi terlarang.Tentunya  siapapun, termasuk"Gank Smoker"mengetahui bahwa merokok  itu mengangu kesehatan . Bahayanya bukan hanya unutk si perokok itu sendiri , tapi juga bagi orang lain atau perokok pasif. Bahkan berkat peraturan pemerinta, tak satupun rokok dinegeri ini luput dari kalimat "Merokok dapat menyebabkan kanker , serangan jantung, impotensia dan ganguan kehamilan dan janin". Asap tetap saja mengepul  ari mulut para perokok memenuhi udara dihampir semua tempat umum.

Kalau bermacam shock theraoy yang selama ini amat gencar agar perokok kapok ini tak ada satupun yang berefek. Lantas bagaimana perlu dicari jlan tengahnya. Yaitu bagaimana agar aspirasi para perokok ini tetap bisa diakomodasikan tetapi sang asap rokok tak membahayakan siapapun. Wal hasil perlu diciptakan satu jenis rokok yang asapnya tak berbahaya . Baik buat siperokok maupun orang yang menghisap asapnya. Pertanyaan apakah mungkin?.

Ini mungkin kata menejer perusahaan rokok  terapi herbal di Jawa Timur. Katany, rokok ini hanya memberi efek penyembuhan ketika dihisap  saja. Selain itu juga abu rokoknya dapat digunakan sebagai obat gatal-gatal , sariawan dan sakit gigi serta memiliki rasa yang berbeda dengan rokok lainnya.

Apabila rokok ini dihisap akan memberikan terapi penyembuhan untuk penyakit paru-paru , asma, polip, sinusitis ringan,impotensia , jantung, darah tinggi, lever, ginjal, bahkan kecanduan narkoba. Yang lebih mengherankan lagi , rokok ini telah terbukti dapat membuat orang berhenti dari kebiasaan merokok. Hanya saja ini tergantung kemauan yang kuat dari masing-masing konsumen. Semakin kemauannya tinggi semakin cepat akan berhenti merokok.

 

Riset Ilmiah

Menurut menejer perusahaan rokok tersebut awalnya diperoduksi hanya sebagai sarana terapi pengobatan berbagai jenis penyakit. Karena banyak permintaan dari para pengguna yang merasa efek positif, maka diputuskan untuk diproduksi  secara masal.

Sebelum ada ijin dari yang berwenang  untuk memproduksi, produk rokok ini telah dilakukan uji ilmiah di laboratorium Kimia Brawijaya Malang, Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang dandi salah satu pabrik rokok terkemuka di Jawa Timur  yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah untuk pengujian produk rokok.

"Hasil menunjukan , kadar nikotin rokok kami sangat rendah, bahkan dinyatakan  mendekati 0%. Memang tes laboratorium resmi juga menemukan nilai tar rokoknya tinggi , tapi itu bukan tanpa alasan" cetusnya.Tar yang dihasilkan konon merupakan jamu yang berfungsi sebagai Gurah ( mengeluarkan cairan racun dari paru-paru dan darah) melalui mulut, hidung dan telinga.

Tar dalam standar internasional adalah pengukuran berat material asap rokok yang mengandung racun  dan bahan berbahaya lain. Umumnya bila nilai TAR tinggi  maka napas terasa berat , sesak dan dada sakit. Tapi nilai TAR yang ada belum bisa diuraikan secara terperinci sehingga pembuktian lanjut secara ilmiah masih menuggu waktu. Maka peringatan pemerintah sebagai aturan resmi wajib dicantumkan.

Bagi perokok aktif yang pertama kali menghisap rokok ini, kemungkinan akan langsung merasa kenikmatannya. Tubuh terasa segar baik dalam aktifitas sehari-hari maupun habis bangun tidur . Itu berarti sisa racun dalam tubuh berkadar rendah. Sebaliknnya buat sebgaian orang akan merasakan pahit, tengorokan gatal, panas, sakit, pusing, mual dan sebagainya. Nah hal itu menunjukan , ramuan rokok sedang aktif bekerja menghancurkan dan mengurangi kadar racun tinggi dalam darah dan paru-paru serta tubuh perokok. Bagi yang bukan perokok pasif yang mencoba menghisap rokok ini  kemungkinan juga merasakan hal-hal seperti diatas.

Reaksi tubuh seperti keluar cairan berbentuk lendir dari telinga, hidung, dan tengorokan harus selalu dibersihkan. Kalau kotoran atau racun dalam paru-paru  dan tengorokan terlalu pekat, kemungkinan cairan lendir yang keluar beserta darah kotor.

Dari reaksi-reaksi tadi dianjurkan untuk mengkonsumsi rokok ini sampai sembuh. Karena rokok ini tetap aman untuk dikonsumsi dan asapnya tidak meracuni perokok pasif bahkan berfungsi sebagai terapi kesehatan seperti pada perokok aktif.

Akankah para "perokok mania" memilih rokok terapi sehat ini? Kalaumemiliki rasa tanggung jawab moral, boleh jadi mereka mau mencobanya. Lantas, bagaimana nasib produk-produk rokok biasa kalau konsumennya pindah ke rokok lain?

Sumber: placebo.